Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanyaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2018

Algoritma Deep Learning Sentimental Test pada Twitter API dengan Bahasa R

LOGIKA PROGRAM
Koddingan di bawah ini adalah pemanggilan pustaka yang ada pada bahasa R , diantaranya twitter, plyr, stringr, xlsx, ggplot2, ROAuth, dan dplyr

#connect all libraries
library(twitteR)
library(plyr)
library(stringr)
library(xlsx)
#library(ggplot2)
#library(ROAuth)
#library(dplyr)

Potongan koddingan di bawah berfungsi untuk akses ke data atau konten yang ada pada twitter

api_Key <- "___"
api_Secret <- "______"
accessToken <- "_____"
accessTokenSecret <- "______"
setup_twitter_oauth(api_key,api_secret, accessToken, accessTokenSecret)

Potongan koddingan dibawah berguna untuk mengscan bank data yang telah dibuat sebelum nya yaitu bank kata positif dan negative. Dalam membuat bank kata harus di simpan dalam .txt agar bisa di deteksi program

setwd("file:///Users/daniella/Desktop/")
pos = scan("positive-words.txt", what='character', comment.char=';')
neg = scan("negative-words.txt", what='character', comment.char=';')

Potongan di bawah adalah untuk pencarian kata negative atau positif dengan mnggunakan pustaka plyr dan string

score.sentiment = function(tweets, pos.words, neg.words)
{
  require(plyr)
  require(stringr)

Menghapus karakter grafis seperti emoticon

  scores = laply(tweets, function(tweet, pos.words, neg.words) {
    tweet = gsub('[^[:graph:]]','', tweet) #removes graphic characters like emoticons

Menghapus tanda baca

    tweet = gsub('[^[:punct:]]','', tweet) #removes punctuation

Menghapus kontrol karakter

    tweet = gsub('[^[:cntrl:]]','', tweet) #removes control characters

Menghapus angka

    tweet = gsub('\\d+','', tweet) #removes numbers
    tweet = str_replace_all(tweet, "[^[:graph:]]", "")

Membuat semua huruf kecil

    tweet = tolower(tweet) #makes all letters lowercase
   
splits kata dalam tweet

    word.list = str_split(tweet, '\\s+') #splits the tweet by word in a list

mengubah daftar ke dalam vektor

    word = unlist(word.list) #turn the list into vector

Mengembalikan nilai pencocokan untuk kata-kata dari bank kata

    pos.matches = match(words, pos.words)
    neg.matches = match(words, neg.words)

Mencocokkan nilai ke benar atau salah (sesuai atau tidak dengan bank kata)

    pos.matches = !is.na(pos.matches)
    neg.matches = !is.na(neg.matches)

True atau false dihitung sebagai 0 dan 1 sehingga dapat ditambahkan  

    score = sum(pos.matches) - sum(neg.matches)

Pengembalian nilai score

    return(score)
  }, pos.words, neg.words)
  scores.df = data.frame(score = scores, text = tweets)
  return(scores.df)
}

Menemukan 100 tweet dalam bahasa Indonesia yang mengandung dari bank kata (ex: kw,crack,premium)dan mengambilnya dari twitter

piracywords <- c("kw", "crack", "premium")
needle <- paste(piracywords, collapse = " OR ")
tweets = searchTwitter(needle, n=100, lang = "id") #finding 100 tweets in Indonesian language that contain words above
Tweets.text = laply(tweets, function(t)t$getText()) #get text from tweets

Memanggil fungsi sentimen

analysis = score.sentiment(Tweets.text, pos, neg) #call sentiment function

membuat grafik histogram dari result

hist(analysis$score) #make histogram from the result

hasil dari program ke .xlsx

write.xlsx(analysis, "SentimentResult.xlsx") #extract the result into Excel file


Senin, 30 Oktober 2017

Umat Islam Indonesia dan Kemiskinan

Jihad Ekonomi Islam
(Jafril Khalil, Ph.D)

Kemiskinan sebagai musuh umat islam
Pemerintahan Indonesia mempunyai perhatian yang besar terkait keadilan dan kemakmuran yang ada pada alinea keempat Undang Undang Dasar 1945. Kenyataannya kemiskinan tidak berkurang secara signifikan, orang miskin semakin miskin, orang kaya semakin kaya.
Islam tidak pernah mentolerir segala bentuk kemiskinan bagi pemeluknya. Islam memerintahkan dengan tegas supaya umatnya berzakat, berinfak, pembiayaan, haji, dan sebagainya. Perintah ini hanya dapat dilakukan oleh orang berilmu pengetahuan dan memiliki harta, seperti pada ayat QS 8:60.
Setiap orang memiliki potensi yang besar untuk maju dan merubah keadaan dirinya. Seseorang tidak akan berubah kecuali kalau dia sendiri berusaha untuk merubah dirinya. Allah memberikan rezeki pada setiap orang yang berusaha untuk mendapatkan rezeki-Nya. Allah akan memberikan ilmu pengetahuan pada siapapun yang berusaha mendapatkan ilmu-Nya. Manusia mampu merubah nasibnya kalau dia mempunyai keinginan untuk berubah.
Kesulitan adalah seni untuk mencapai sesuatu yang ideal. Orang tidak akan merasakan keindahan kamu belum pernah merasakan keburukan. Orang tidak akan merasakan kekayaan kalau tidak pernah merasakan kemiskinan. Seperti pada ayat QS 107: 1-3 tentang orang miskin dan anak yatim mesti diberikan santunan. Umat islam yang berkecukupan harus mampu menyantuni sesama saudaranya, agar orang berkecukupan mampu menjalankan perintah agamanya secara tenang.
Tidak sempurna iman seseorang kalau ia tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (HR Muslim).
Ajaran islam memberi ajaran yang indah kepada pemeluknya, mereka tidak membiarkan kemiskinan dikalangan mereka, mereka mesti menjadi musuh kemiskinan, perlawanan secara bersamaan terhadap kemiskinan mesti diwujudkan. Umat islam tidak boleh kalah oleh deraan kemiskinan yang merusak ajaran islam dan merendahkan derajat orang-orang islam, karena orang islam itu adalah orang-orang mulia dihadapan Allah, apalagi dihadapan makhluk-Nya yang lain.

Arus kesalahan
Islam masuk ke Indonesia melalui dua acara, perdagangan dimarahin Sumatera dan Sulawesi, serta kekuasaan di Jawa. Agama islam yang masuk melalui pintu kerajaan lebih mudah diterima. Kebiasaan hidup berkasta rendah dan hidup bermalas-malasan menjadi kebiasaan dan tidak diperhatikan pendakwah islam saat itu. Karena mereka cenderung acuh tak acuh pada kondisi masyarakatnya.
Masyarakat rela menerima keadaan apapun yang terjadi, tidak menuntut hak-hak sehingga dinamika kehidupan tidak berjalan sesuai tujuan agama islam yang menuntut pencerdasan bagi umatnya. Kultur mematuhi perintah membuat umat islam tidak kreatif. Apapun kebijakan pemimpin pasti dinilai benar, karena saat itu pemimpin sama seperti dewa, mereka akan selalu melaksanakan kebijakan tersebut.
Para ulama lebih banyak mengajarkan ibadah seperti shalat, itu pun masih sangat sederhana. Bahkan menurut mereka tidak perlu menggunakan bahasa Arab, bisa pakai bahasa daerahnya sendiri.
Akibatnya, islam yang mereka pahami bermakna sempit dan tidak ada doktrin yang mengatur ihwal kenegaraan, pertahanan, ekonomi dan lain sebagainya. Hanya sebatas syahadat dan sholat saja. Islam yang dikenal sangat minim da tidak membawa pencerahan dalam kehidupan mereka.
Pintu rezeki dibuka 9/10 dari perniagaan, umat islam seharusnya tahu bagaimana menjadi pelaku bisnis seperti Rasulullah dan para sahabat.
Kurikulum pendidikan yang sekuler antara pendidikan negeri dan islam seperti pondok pesantren. Masih jauh dari harapan maqasid al syariah. Banyak institusi pemerintah dan perusahaan yang menyampingkan lulusan agama dan pondok pesantren.

Keberanian untuk berubah untuk membangun bangsa yang kuat ke depan, sejahtera, bangsa yang sukses membangun kebahagiaan masa depannya dan anak cucunya. Harus ada keberanian dalam menerapkan ereksi ajaran islam secara menyeluruh. Harus mulai merancang blueprint di masa depan berdasarkan konsepsi islam.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Materi Dakwah Ekonomi Syariah

Materi Dakwah Ekonomi Syariah
(Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah)

Rancang Bangun Ekonomi Syariah
Untuk memahami tujuan hidup, ada tiga hal pokok yang diperlukan:
1. Falah sebagai tujuan hidup
2. Masalah sebagai tujuan antara untuk mencapai Falah
3. Permasalahan yang mencapai Falah.
Islam merupakan kepatuhan terhadap kehendak Allah, serta taat kepada hukum dan aturannya. Ekonomi Islam dibangun atas dasar agama islam sehingga tidak bisa terpisahkan dari agama islam. Dalam berbagai aspek, ekonomi islam mengikuti agama islam dalam berbagai aspek.

Metodelogi Ekonomi Islam
Metodelogi ini bertujuan untuk membantu kita mencari kebenaran dan mencapai tujuan utama ekonomi islam, yaitu Falah.
1. Konsep Rasionalitas Islam
- Setiap pelaku ekonomi bertujuan untuk mendapatkan maslahah
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk tidak israad dan mubazir
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk meminumkan risiko
- Setiap pelaku ekonomi dihadapkan pada situasi yang pasti
- Setiap pelaku ekonomi berusaha melengkapi informasi serta kelengkapannya
2. Etika dan Rasinalisme Ekonomi Islam
Ekonomi islam menjadi perilaku ekonomi yang rasional Islam, standar moral suatu perilaku ekonomi didasarkan sebagai ekonomi pada ajaran Islam, bukan sekedar nilai-nilai yang dibangun dalam kesepakatan sosial. Moralitas Islam bukan suatu batasan dalam ilmu ekonomi, tapi sebagai pilar atau patokan dalam menyusun ekonomi Islam.
3. Syariah, Fiqh, dan Ekonomi Islam
- Segala bentuk muamalah diperbolehkan kecuali yang dilarang dalam Islam
- Hanya Allah yang berhak mengharamkan suatu hal. Manusia hanya memiliki hak untuk merijtihad (menafsirkan apa yang dijelaskan dalam Quran dan sunnah)
- Sesuatu yang najis dan merusak harkat manusia dan lingkungan adalah haram
- Kerusakan harus dihilangkan atau dihindari
- Sesuatu yang menyebabkan kepada haram adalah haram
- Niat yang baik dapat membuat suatu hal yang haram menjadi halal
- Halal dan haram berlaku untuk siapapun yang muslim dan berakal
- Keharusan menentukan skala prioritas dalam mengambil keputusan
- Menghindari kerusakan lebih utama dari mencari kebaikan
- Kepentingan sosial dan luas lebih utama dari individu dan sempit
- Manfaat kecil dapat dikorbankan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar
- Bahaya kecil dapat dikorbankan untuk menghindari bahaya yang lebih besar
4. Kerangka Metodologi Ekonomi Islam
- Kebenaran dan kebaikan, mutlak dari Allah baik yang terbentuk ayat qauliyah (dalam Quran dan sunnah) maupun kauniyah (dari alam semesta sebagai penguat).
- Metodelogi ilmu alam versus ilmu sosial, ilmu alam bersifat pasti dan didasarkan pada aturan yang ada dalam jagad raya yang sudah tertentu sifatnya (hukum Allah), sedangkan ilmu sosial dipengaruhi prosedur dan kebijakan dalam menentukan suatu keputusan dengan memproses informasi yang ada, berbeda antara setiap orang dan dapat menimbulkan masalah jika dilakukan agregasi.
- Objek Ekonomi Islam, jika perilaku yang ideal atau mendekati ideal yang diresepkan oleh Islam dapat diobservasi betapa sedikit jumlahnya, maka tetap diyakini hal ini sebagai suatu kebenaran dan sekaligus ilmu. Ekonomi Islam merupakan manifestasi ajaran Islam dalam perilaku ekonomi, baik mulai penentuan tujuan kegiatan ekonomi, sikap, analisis, maupun respon terhadap fenomena sosial. Perilaku ekonomi islam dapat dijumpai pada sekelompok masyarakat muslim maupun non muslim.


Selasa, 10 Oktober 2017

Mencari Rezeki dalam 75 Menit Tanpa Uang Sedikitpun


Dimulai dari jam 10:30 WIB dimulai briefing untuk memulai tantangan 75 menit mencari rezeki. Hal yang menarik dalam tantangan ini adalah kita tidak diberikan modal ataupun perlengkapan lain, tidak diperkenankan membawa dompet, kartu identitas, barang yang bisa dijual, dan hanya membawa badan saja. Dengan bermodalkan badan, dimulailah perjalanan mencari rezeki ini. Tujuan dari diadakannya tantangan ini adalah untuk mengetahui bagaimana rasanya mencari rezeki dari nol, tanpa modal dan tanpa barang yang bisa dijual.

Pertama, saya memulai dengan jalan kaki menelusuri jalanan di bawah terik matahari. Tidak ada warung ataupun toko yang bisa didatangi. Akhirnya ada pedagang nanas kaki lima, saya pun menawarkan diri kepada pedagang tersebut. Saya mulai dengan perkenalan diri dan menjelaskan tujuan saya untuk melakukan tantangan mencari rezeki ini. Setelah dijelaskan dengan berbagai cara akan tetapi percobaan pertama belum berhasil. Selanjutnya saya kembali menusuri jalanan dan akhirnya terdapat warung makan, kembali saya perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya akan tetapi masih ditolak.

Kemudian saya melihat ada pedagang cireng di tepi jalan. Akhirnya saya mendatangi pedagang tersebut. Lalu kembali memperkenalkan diri dan tujuan tantangan ini, akan tetapi masih ditolak. Pedagang tersebut memberitahu kalau dia berdagang belum laku sama sekali, penjualan sedang sangat sepi. Akan tetapi beliau menawarkan satu plastik cireng dengan gratis. Saya sudah menolak tetapi tetap dibuatkan dan diberikan kepada saya dan meminta maaf karena belum dapat menawarkan pekerjaan. Akhirnya saya berterima kasih dan berpamitan kepada pedagang terssebut dengan membawa cireng satu bungkus.

Selanjutnya saya kembali menelusuri jalanan dan akhirnya menemukan warung. Disana saya kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan tantangan lagi. Akan tetapi penjaga warung mengatakan bahwa semua persiapan sudah selesai dan tidak ada hal yang bisa dilakukan. Hingga akhirnya ditolak, tapi dengan spontan saya menawarkan satu bungkus cireng yang saya dapatkan sebelumnya. Dan penjaga warung tersebut menerima dan memberikan saya dua ribu rupiah. Uang ini merupakan uang pertama yang saya terima dalam tantangan ini.

Lalu kembali menelusuri jalanan, saya melihat ada toko penjual jok motor, disana saya kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya lagi. Akan tetapi kembali ditolak lagi. Tak jauh dari sana terdapat penjual ketoprak, tapi kembali ditolak lagi. Setelah menelusuri jalan lagi, saya menghampiri sebuah toko laundry. Disana saya pun kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan tantangan ini, tapi kembali ditolak. Bahkan diakhir kata, penjaga laundry tersebut hendak memberikan saya sumbangan. Tapi saya langsung tolak, karena saya bukanlah meminta sumbangan ataupun meminta-minta. Akhirnya pun saya kembali menelusuri jalanan yang terik lagi.


Tak jauh dari tempat laundry tersebut saya melihat tempat jual beli genteng bekas. Disana ada pemilik usaha tersebut, saya menghampiri beliau dan memperkenalkan diri. Beliau menanyakan identitas dan surat dari tantangan ini, tapi saya tidak dapat memberikan surat ataupun identitas karena memang tidak diperkenankan membawa barang tersebut. Tapi akhirnya saya diperkenankan masuk ke dalam tempat tersebut. Dan hal yang tidak terduga, saya diperbolehkan untuk bekerja disana.

Perkerjaan yang saya lakukan adalah menyuci genteng bekas dari tempat itu. Ukuran genteng yang relative besar dan berat ini harus saya gosok dan cuci hingga bersih untuk keperluan di cat ualng dan dijual kembali. Ini merupakan pertama kali saya bekerja kasar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya diajari mulai dari mengabil peralatan, air, dan sabun. Kemudian diajarkan tahapan menyuci genteng bekas tersebut hingga menggosok dengan penuh tenaga. Karena genteng bekas ini sudah bertahun-tahun berada di atas atap, maka debu dan kotoran sudah menyerap dan sangat lekat di permukaan genteng tersebut.

Untuk menyuci genteng ini pun memerlukan saktu yang tidak sedikit untuk orang awam seperti saya. Bahkan dalam 30 menit, saya hanya bisa menyuci 4 buah genteng bekas. Bahkan tangan hingga lecet karena tergores permukaan genteng tersebut. Dengan sisa waktu yang terbatas, saya menyelesaikan 4 buah genteng lagi dengan lebih cepat. Dan akhirnya saya menyelesaikan total 8 genteng. Berhubung waktu sudah hampir habis, maka saya berpamitan dan mohon untuk kembali ke lokasi awal briefing. Dan akhirnya saya diberikan uang lima belas ribu rupiah dari pemilik usaha tersebut. Saya mengucapkan anyak terima kasih dan mendoakan agar usaha tersebut sukses selalu.

Saya pun kembali ke lokasi awal briefing dengan hati yang cukup senang. Dengan setengah berlari, saya kembali ke lokasi awal. Setelah kembali saya melihat penerima tantangan yang lain, ada yang mendapatkan hasil yang cukup banyak dan ada pula yang tidak mendapatkan apapun. Dan kamis semua saling bercerita pengalaman sesame penerima tantangan tersebut. Dan akhirnya, saya lolos dalam tantangan tersebut dengan memperoleh rezeki sebanyak tujuh belas ribu dalam 75 menit tanpa ada modal dan barang yang bisa dijual.


Hikmah yang dapat saya peroleh antara lain:
ü Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan yang kita peroleh
ü Kita harus membantu orang disekitar kita, baik yang kita kenal ataupun tidak
ü Kita tidak boleh mengeluh atas segala musibah dan cobaan yang kita terima, karena masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita saat ini
ü Kita tidak boleh merasa bahwa kita sudah lebih dari siapapun, karena masih banyak orang di luar sana yang lebih baik dari kita
ü Sepertinya saya bukan tipe orang pekerja kasar, maka saya harus lebih berusaha dan lebih bermanfaat bagi orang disekitar saya kapanpun dan dimanapun

Kamis, 24 Maret 2016

Web Science (Part 3)

www

Ilmu web adalah studi tentang sosio-teknis sistem berskala besar, seperti World Wide Web. Hal ini mempertimbangkan hubungan antara manusia dan teknologi, cara bagaimana masyarakat dan teknologi bergantung satu sama lain dan dampaknya pada masyarakat yang lebih luas. Ilmu web adalah ilmu secara inheren interdisipliner dan menggabungkan penelitian dari disiplin ilmu yang beragam seperti sosiologi, ilmu komputer, ekonomi dan matematika.

Definisi sebelumnya diberikan oleh ilmuwan komputer Amerika Ben Shneiderman
"Web Science" is the processing the information available on the web in similar terms to those applied to natural environment.
"Ilmu Web" adalah pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang diterapkan pada lingkungan alam.
Web Institute Science menjelaskan Sains Web sebagai fokus "kekuatan analitis peneliti dari disiplin ilmu yang beragam seperti matematika, sosiologi, ekonomi, psikologi, hukum dan ilmu komputer untuk memahami dan menjelaskan Web Ini tentu interdisipliner -. Banyak tentang sosial dan perilaku organisasi seperti tentang teknologi yang mendukung. "

Ada banyak kelompok penelitian akademik yang terlibat dalam penelitian Ilmu Web, banyak yang menjadi anggota WSTNetthe Web Science Trust Network of research labs. Kesehatan ilmu web muncul sebagai sub-disiplin Ilmu Web yang mempelajari dampak web untuk kesehatan manusia dan bagaimana untuk lebih memanfaatkannya untuk meningkatkan kesehatan.
Konferensi-Konferensi Besar
     • ACM Web Science Conference
     • International World Wide Web Conference (WWW)
     • International AAAI Conference on Weblogs and Social Media (ICWSM)
     • The ACM SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI)

Sejarah Web 

Tim Berners-Lee
Pada tanggal 12 Maret 1989, Tim Berners-Lee menulis sebuah proposal untuk manajemen di CERN yang direferensikanENQUIRER, database dan proyek software yang telah dibangun pada tahun 1980, dan menggambarkan sistem manajemen informasi lebih rumit berdasarkan link yang tertanam dalam teks yang dapat dibaca. Melalui sistem seperti itu, jelasnya, bisa disebut dengan katahypertext, sebuah istilah yang katanya diciptakan pada tahun 1950-an. Tidak ada alasan, proposal berlanjut, mengapa link hypertexttersebut tidak dapat mencakup dokumen multimedia termasuk grafis, suara dan video, sehingga Berners-Lee terus mengusulkan istilah hypermedia.



NexT Computer
Sebuah NeXT Computer digunakan oleh Berners-Lee sebagai pertama di dunia web server dan juga untuk menulis web browser pertama,WorldWideWeb, pada tahun 1990. Saat Natal 1990, Berners-Lee telah membangun semua alat yang diperlukan untuk dapat menjalankan web:  web browser pertama (yang merupakan editor web juga); server web pertama; dan halaman web pertama, yang menggambarkan proyek itu sendiri.

Source : ( . )

Kamis, 28 Januari 2016

Samsung SSD 850 EVO SSD Review

Samsung SSD 850 EVO SSD Review

The 850 EVO, announced today, is a mainstream client SSD that is designed for superior performance and reliability during everyday computing. Samsung has really been hitting it out of the park with their storage devices these past few years, so we are always excited to see what their new SSDs are capable of with each iteration. If the 840 EVO is any indication of how well its successor will perform, Samsung's new SSD has a ton of potential to be relevant for a very long time.
Under the hood lays 3D V‐NAND technology with TurboWrite for improved performance and Samsung's in-house controllers. This will allow the 850 EVO to offer a better user experience than 840 EVO as well as up to 1.9x faster random write speeds for the 120GB and 250 GB models, says Samsung. The architecture of the 850 EVO actually blends technology from both the EVO and Pro lines. On the NAND side, the TLC evolution of V-NAND picks up from the PRO series which has been using V-NAND for half a year. On the controller side, Samsung actually uses two in this line, a lower power 2-core MGX for the smaller capacities and the standard 3-core MEX for the 1TB SSD that was also used in the 850 Pro. 
The combination of hardware and firmware tuning gives the SSD 850 EVO pretty impressive sequential read and write speeds across all capacities, with 540MB/s and 520MB/s respectively. In addition, the 850 EVO offers a 5-year warranty and impressive endurance numbers. The SSD 850 EVO supports Total Bytes Written (TBW) of 75TBW for the 120/250GB drives and 150TBW for the 500GB/1TB capacities. This is up from 44TBW in the 840 EVO, a direct benefit of the move to 3D V‐NAND Flash which allows for greater endurance. 
Samsung’s new 850 EVO also comes equipped with various power‐saving functionality, with the company claiming that the driver actually saves up to 30% more on power than the 840 EVO during write operations. This is in part due to its use of the above mentioned 3D V‐NAND, which consumes half the power of Planar 2D NAND-based SSDs. In addition, the 850 EVO features support for Device Sleep at 2mW (for the 120GB, 250GB, and 500GB models), allowing for longer battery life in supported systems. The SSDs also support AES 256‐bit Full Disk Encryption (FDE) and TCG/Opal V2.0.
Backed by a 5-year warranty, the Samsung 850 EVO ships in capacities of 120GB ($99.99), 250GB ($149.99), 500GB ($269.99), and 1TB ($499.99).  We will be looking at the 250GB and 1TB units for this review.
Samsung SSD 850 EVO Specifications
  • Capacities: 120GB, 250GB, 500GB, 1TB
  • Dimensions (LxWxH): 100 x 69.85 x 6.8 (mm)
  • Interface: SATA 6Gb/s (compatible with SATA 3Gb/s and SATA 1.5Gb/s)
  • Form: Factor 2.5 inch
  • Controller
    • 120/250/500GB : Samsung MGX controller
    • 1TB: Samsung MEX controller
  • NAND Flash Memory: Samsung 32 layer 3D V‐NAND
  • DRAM Cache Memory: 256MB (120GB) or 512MB (250GB&500GB) or 1GB (1TB) LPDDR2
  • Performance
    • Sequential Read: Max. 540 MB/s
    • Sequential Write: Max. 520 MB/s
    • 4KB Random Read (QD1): Max. 10,000 IOPS
    • 4KB Random Write(QD1): Max. 40,000 IOPS
    • 4KB Random Read (QD32):
      • Max. 98,000 IOPS (500GB/1TB)
      • Max. 97,000 IOPS (250GB)
      • Max. 94,000 IOPS (120GB)
    • 4KB Random Write(QD32):
      • Max. 90,000 IOPS (500GB/1TB)
      • Max. 88,000 IOPS (120GB/250GB)
  • Data Security
    • AES 256‐bit Full Disk Encryption (FDE)
    • TCG/Opal V2.0, Encrypted Drive (IEEE1667)
  • Weight Max.: 66g (1TB)
  • Reliability MTBF: 1.5 million hours
  • TBW
    • 120/250GB: 75TBW
    • 500GB/1TB: 150 TBW
  • Power Consumption
    • Active Read/Write (Average): Max. 3.7W(1TB)/ Max. 4.4W(1TB)
    • Idle: Max. 50mW
    • Device Sleep: 2mW (120/250/500GB), 4mW(1TB)
  • Supporting features: TRIM (Required OS support), Garbage Collection, S.M.A.R.T
  • Temperature
    • Operating:  0°C to 70°C
    • Non‐Operating: ‐40°C to 85°C
  • Humidity: 5% to 95%, non‐condensing
  • Vibration:
    • Non‐Operating: 20~2000Hz, 20G
    • Shock Non‐Operating: 1500G , duration 0.5m sec, 3 axis
  • Warranty: 5 years limited
Design and build
The design of the Samsung 850 EVO SSD's follows that of prior Samsung SSDs with a modified paint scheme, this time a black chassis/light grey font. As such, The 850 EVO features a very attractive and minimalistic look-and-feel. The new Samsung SSD consists of a solid metal construction for a rugged composition, featuring Samsung branding at the top of the drive. It is of 7mm z-Height, allowing it support a wide range of applications including notebooks, desktops, and ultrabooks.
On the back panel, the SSD features the product information label that offers users relevant information including the capacity and serial number. The side profiles show four screw holes that allow the 840 EVO to be seamlessly mounted.
To remove the cover, simply unscrew the 3 screws located on the back panel (note that two of them are hidden under the product label).
The 850 EVO uses a Samsung MGX controller (2-core) with the 120GB, 250GB, and 500GB capacities while the 1TB uses the Samsung MEX controller (3-core). The storage derives from the drive’s use of Samsung’s 32 layer TLC 3D V‐NAND and 256MB (120GB) or 512MB (250GB, 500GB) or 1GB (1TB) LPDDR2 for the DRAM Cache. The Samsung SSD 850 EVO uses a SATA 6Gb/s interface, though it is also compatible with SATA 3Gb/s and SATA 1.5Gb/s.
Consumer Synthetic Benchmarks
All consumer SSD benchmarks are conducted with the StorageReview HP Z620 Consumer Testing Platform. The comparables used for the review below include:
With the Samsung SSD 850 EVO SSD, we tested the raw drive only and without RAPID turned on.
In our first test measuring 2MB sequential performance, the Samsung 850 EVO SSD (1TB) posted 490.68MB/s read and 448.17MB/s write, while the 250GB model measured had a similar read speed at 489.31MB/s but a much slower write activity at 359.40MB/s write. The 1TB ranked third among the comparables in read, though it was right at the bottom in write with the 250GB model.
Our next test looks at 2MB random transfer performance. Here, the Samsung 850 EVO 1TB read and write activity measured 479.32MB/s and 455.05MB/s, while the 250GB model measured 466.20MB/s read and only 294.50MB/s write. The top performer in the read column was the higher-end Samsung 850 Pro model with 485.29MB/s, while the Corsair Neutron had the best write activity at 470.12MB/s.
Next, we switch to smaller 4k random transfers. In this test, the Samsung 850 EVO 1TB measured 9,431.30 IOPS for read activity and 28,817.51 IOPS for write activity, while the Samsung 850 EVO 250GB measured an impressive first place read IOPS with 9,841.23 for reads and a respectable 29,611.71 IOPS for writes. In our 4K random transfer tests, the smaller Samsung 840 EVO drive outpaced the 1TB model in speed.
In our next test, we shift to a smaller 4k random workload with 100% read activity that scales from 1QD to 64QD. In this profile, the Samsung 850 Evo 250GB measured from 9,935.21 IOPS up to 97,869.77 IOPS. The 1TB model had a slower burst speed at 9,366.66 IOPS but finished off with a better 98,491.28 IOPS, which was first place among the comparables. As expected, the Pro model was hot on its heels with 97,995.86 IOPS.
Moving to write activity, the Samsung 850 Evo 1TB continued its good performance with 28,891.35 IOPS at QD1 and peaking at 84,464.49IOPS in the terminal queue depths, which was 2nd place among the other SSDs. Like with our read workload, the 250GB model had better burst throughput with 29,889.00 IOPS and but fell short in the last queue depths with only 74,100.30 IOPS.
When comparing average write latency between each mainstream consumer SSD, the Samsung 850 Evo 1TB had an average response time of 0.0344ms and a peak latency of 1.907ms, both of which placed the drive in the middle of the pack. The 250GB model posted a better average response time of 0.0335ms, though a much higher peak latency with 9.848ms (which was last place among the comparables). The top average latency SSD was the Micron M600 (0.0329ms) while the top max latency performer was the Samsung 840 Evo with only 0.157ms.
Our last series of synthetic benchmarks compare the hard drives in a series of server mixed-workloads with a queue depth of ranging from 1 to 128. Each of our server profile tests has a strong preference towards read activity, ranging from 67% read with our database profile to 100% read in our web server profile. In all of our mixed workloads the Samsung SSD 840 ranked at the bottom of the pack except the Web Server profile where the 840 and 840 Pro drives were highly successful.
The first is our database profile, which consists of a 67% read and 33% write workload mix primarily centered on 8K transfer sizes. Here, only the Samsung Pro and Micron M600 outperformed the 1TB Samsung 850 Evo (36,708.87 IOPS) by a large margin in the terminal queue depths. The 250GB model posted 30,945.06 IOPS by 128QD.
The next profile looks at a file server, with 80% read and 20% write workload spread out over multiple transfer sizes ranging from 512-byte to 64KB. The Samsung 850 Evo drives both boasted great QD1 throughput, though the 1TB model finished well ahead of the 250GB model in the terminal queue depths, taking first place with 31,952.73 IOPS.
Our web server profile is read-only with a spread of transfer sizes from 512-byte to 512KB. The Samsung 850 Evo drives again offered great QD1 performance, but the 1TB model separated itself from the two in the later QDs with a final IOPS of 31,259.11, which was just behind the Samsung 850 Pro version.
The last profile looks at workstation activity, with a 20% write and 80% read mixture using 8K transfers. This time, the 250GB 850 Evo model boasted the best performance of the two capacities, taking 2nd place (just behind the 850 Pro) with 40,055.64 IOPS. The 1TB model ranked near the lower-middle of the pack.
Consumer Real-World Benchmarks
For the average consumer, trying to translate random 4K write speeds into an everyday situation is pretty difficult. It helps when comparing drives in every setting possible, but it doesn't exactly work out into faster everyday usage or better game loading times. For this reason we turned to our StorageMark 2010 traces, which include HTPC, Productivity, and Gaming traces to help readers find out how a drive might rank under these conditions.
The first real-life test is our HTPC scenario. In this test we include: playing one 720P HD movie in Media Player Classic, one 480P SD movie playing in VLC, three movies downloading simultaneously through iTunes, and one 1080i HDTV stream being recorded through Windows Media Center over a 15 minute period. Higher IOps and MB/s rates with lower latency times are preferred. In this trace we recorded 2,986MB being written to the drive and 1,924MB being read.
In our HTPC profile, both Samsung 850 Evo capacities crushed their competition. The 1TB Evo provided an average speed of 413.44MB/s, while the 250GB boasted 409.67MB/s. Results were the same in average latency and in throughout, which the two drives handedly beat out the rest of the consumer SSDs.
Our second real-life test covers disk activity in a productivity scenario. For all intents and purposes this test shows drive performance under normal daily activity for most users. This test includes: a three hour period operating in an office productivity environment with 32-bit Vista running Outlook 2007 connected to an Exchange server, web browsing using Chrome and IE8, editing files within Office 2007, viewing PDFs in Adobe Reader, and an hour of local music playback with two hours of additional online music via Pandora. In this trace we recorded 4,830MB being written to the drive and 2,758MB being read.
In our Productivity trace, the Samsung 840 Evo drives performed well again, though this time not by as big of a margin as our last test. Still, the Samsung 850 Evo 1TB offered the best performance in all categories, registering 399.77MB/s, which was well over three times the performance of the Micron M600. The 250GB averaged 312.36MB/s, which was middle of the pack performance.
Our third real-life test covers disk activity in a gaming environment. Unlike the HTPC or Productivity trace, this one relies heavily on the read performance of a drive. To give a simple breakdown of read/write percentages, the HTPC test is 64% write, 36% read, the Productivity test is 59% write and 41% read, while the gaming trace is 6% write and 94% read. The test consists of a Windows 7 Ultimate 64-bit system pre-configured with Steam, with Grand Theft Auto 4, Left 4 Dead 2, and Mass Effect 2 already downloaded and installed. The trace captures the heavy read activity of each game loading from the start, as well as textures as the game progresses. In this trace we recorded 426MB being written to the drive and 7,235MB being read.
In our read-intensive Gaming trace, the Samsung 850 EVO drives performed very well, once again. The 1TB and 250GB capacities posted 486.0MB/s (fourth) and 488.37MB/s (first), respectively.
Power
Our power tests showed significantly lower consumption with the 250GB 850 EVO (186.ms write, 1.56ms read, 1.01ms random read, 0.28ms idle and 1.33ms startup) compared to the 250GB 840 EVO (2.63ms write, 280ms read, 1.52ms random read, 0.30ms idle, and 1.53ms startup). Our 1TB model showed much higher power values, as expected, due to the increased RAM and NAND. 
 
Conclusion
The SSD 850 EVO continues Samsung’s trend of developing class-leading and innovative SSDs by improving on the 840 EVO on virtually every level using the company’s latest software and hardware technologies. Available in capacities up to 1TB, the 850 EVO comes equipped with a MEX controller (or the MGX controller for the smaller capacities), which allows Samsung to quote reads speeds up to 540MB/s as well as upwards of 98,000 IOPS in throughput. The performance is coupled with impressive endurance numbers, support 40GB of writes per day in the 120/250GB drives and 80GB of writes per day in the 500GB and 1TB models. 
As was the case with 840 EVO, the 850 EVO's performance is made possible by using two of Samsung’s proprietary performance-enhancing features: the always on Turbo Write and the optional RAPID (Real‐time Accelerated Processing of I/O Data) Mode. Turbo Write allows for noticeably improved write speeds during data transfers by creating a high‐performance write buffer. Samsung has optimized and enhanced its TurboWrite technology for the 850 EVO, with random write speeds up to 1.9 times faster for the 120GB model and 1.25 times faster for the 250GB model when compared to the 840 EVO. In addition, Samsung has also improved its RAPID Mode and Magician software, the latter which allows users to easily manage the health and performance of Samsung SSDs. With Magician 4.4 (which was launched with the 850 PRO), Samsung provided a new DRAM usage algorithm (RAPID mode 2.0). The Samsung 850 EVO will be released with the new version 4.5 as well as with RAPID Mode v.2.1, which offers enhanced error handling and fixed compatibility issues with IRST.
We tested the drive without switching on RAPID Mode, comparing it with Samsung’s 840 EVO and 850 Pro iterations as well as a few other mainstream SSDs. The 850 EVO either posted at the top or near the top in most of our application and synthetic benchmarks, even beating out the Pro model in some of our categories. In our synthetic tests, the 850 EVO boasted performance near the top of the leaderboards in our 2MB sequential and random and 4K Aligned workloads while the 250GB model proved to be the top performer of all tested SSDs in our 4K Random Transfer Read/Write tests. Our synthetic benchmark tests showed the 850 EVO SSDs coming in either at the top or middle of the pack, with the exception of the workstation test where the 1TB model posted subpar results. The 250GB however, took third place in this category.
Once we got to our consumer real-world benchmarks, the 850 EVO really ran away from the pack. In the productivity profile, the 1TB 850 Pro drive boasted incredible performance, taking first spot by a large margin in speed, throughput and latency, with 399.77MB/s, 13,585 IOPS, and 0.574ms respectively. The HTPC profile told a similar story, but this time the 250GB model was right up there with the 1TB capacity, both of which took the top two spots in all three tests. When looking at our gaming benchmark, the 250GB 850 EVO model set a new bar for client SSDs, though most of the drives performed very similar.
Overall, the Samsung 850 EVO is an incredibly impressive drive with bar-setting performance, a solid design, and Samsung reliability. The 850 EVO is so good in fact, it even topped the 850 PRO in many areas and we can’t wait to see what Samsung does with the 860 Pro (or whatever naming convention they decide to go with). Given the performance and the price profile that will quickly resemble that of the 840 EVO in retail, we really can't recommend this drive enough for those who want the best combination of performance, endurance and cost. Samsung has impressed yet again, topping themselves with an excellent drive on nearly all fronts.
Pros
  • Sets a new bar in overall performance, particularly in our real-world benchmarks
  • Big endurance numbers and 5-year warranty
  • Magician software offers a host of drive management features including RAPID for those who want even more performance
Cons
  • New NAND tech may face some adoption headwinds
Bottom Line
The Samsung SSD 850 EVO makes quite an impact on the consumer SSD market with its overall bar-setting performance, coupled with great endurance and price point. With consistent releases like this, it's no wonder Samsung has been dominating the consumer SSD market for the past few years.

Source : .

Senin, 21 September 2015

Daftar Lengkap Plat Nomor Kendaraan Indonesia

Inilah cara bayar pajak kendaraan bermotor online jakarta

Banyak yang tidak hafal dengan nomor plat yang ada di setiap kendaraan bermotor. Jika kita ke kota DKI Jakarta, maka banyak mobil atau sepeda motor yang memakai kode : B, lain juga kalau di Medan atau Sumatera Utara, Plat dengan kode BK lah yang banyak di jumpai.

Dengan banyaknya kode plat nomor kendaraan yang ada, sangat tidak mungkin kita untuk menghafalnya. Oleh sebab itu, di sini penulis akan memberikan informasi lengkap seputar hal tersebut.
Sebelumnya, sejarah mengatakan bahwa Plat Nomor Kendaraan ini adalah warisan dari Belanda, sesuai dengan tertulis di situs wikipedia.

Daftar isi

#1. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Pulau Jawa

A= Banten-Serang-Merak
B= DKI Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi
D= Bandung
E= Cirebon
F= Bogor
G= Pekalongan
H= Semarang
K= Pati
L= Surabaya
M= Madura
N= Malang
P= Besuki
R= Banyumas
S= Bojonegoro
T= Karawang-Cikampek
AA= Kedu
AB= DI Yogyakarta-Magelang
AD= Surakarta
AE= Madiun
AG= Kediri
W= Sidoarjo (Jawa Timur)
Z = Sumedang (Jawa Barat)

.
#2. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Sumatera

BA = Sumatra Barat
BB = Sumatra Utara (Seluruh daerah kabupaten Tapanuli)
BD = Bengkulu
BE = Lampung
BG = Sumatra Selatan
BH = Jambi
BK = Medan
BL = DI Aceh
BM = Riau
BP = Kepulauan Riau
BN = Bangka

.
#3. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Kalimantan

DA = Kalimantan Selatan
KB = Kalimantan Barat
KT = Kalimantan Timur
KH = Kalimantan Tengah

.
#4. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Sulawesi

DB  = Minahasa
DD  = Sulawesi Selatan
DM = Sulawesi Utara
DN  = Sulawesi Tengah
DT  = Sulawesi Tenggara
DL  = Sangihe/Talaud

.
#5. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Maluku

DE = Maluku Selatan
DG = Maluku Utara
DH = Maluku Timur

.
#6. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Bali

DK  = Bali

.
#7. Daftar Plat Nomor Kendaraan di NTB

DR= Pulau Lombok
DR= Kota Mataram
DR= Kab Lombok Barat
DR= Kab Lombok Timur
DR= Kab Lombok Tengah
EA= Pulau Sumbawa
EA= Kab Sumbawa Barat
EA= Kab Sumbawa
EA= Kab Dompu
EA= Kab/Kota Bima

.
#8. Daftar Plat Nomor Kendaraan di NTT  

DH= Pulau Timor
DH= Kab/Kota Kupang
DH= Kab TTU, TTS
DH= Kab Rote Ndao
EB=  Flores
ED= Sumba

.
#9. Daftar Plat Nomor Kendaraan di Papua

DS= Papua

.
#10.Korps Konsul dan Diplomatik

CC= Korps Konsul
CD= Korps Diplomatik

Wah banyak juga ya, memang susah untuk di hafal, namun tidak ada larangan juga jika mau di hafal luar kepala. Nah, kalau penulis pribadi mending tidak usah di hafal Daftar Plat Nomor Kendaraan, kan sudah ada google yang siap membantu jika Anda butuh :)#macem betol aja.
Demikian informasi Daftar Plat Nomor Kendaraan di Indonesia ini saya kabarkan untuk Anda dan semoga ada manfaat. Terima kasih.