Tampilkan postingan dengan label delicious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label delicious. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Desember 2017

Tips Perusahaan Meraih Kesuksesan

Setiap perusahaan yang didirikan pastinya memiliki tujuan untuk mencapai kesuksesan, memperoleh laba akan tetapi tujuan perusahaan tersebut tidak hanya sampai pada seberapa banyak laba yang diperoleh oleh perusahaan, melainkan pendiri perusahaan tentu berharap agar perusahaan yang didirikan selain memperoleh laba yang tinggi juga ingin agar perusahaan ini bisa tumbuh dan berkembang sehingga umur perusahaan ini bisa panjang. Perusahaan dapat dikatakan sebagai perusahaan yang sukses apabila perusahaan tersebut bisa tumbuh, berkembang dan bertahan lama.

Menurut beberapa artikel, berikut ini adalah langkah jika perusahannya ingin meraih kesuksesan antara lain sebagai berikut:
  1. Perusahaan harus menentukan target pemasaran produk. Fokus utama dari suatu bisnis adalah pelanggan. Oleh sebab itu, suatu perusahaan sebaiknya mampu menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Produk yang dihasilkan haruslah memiliki kualitas yang baik.
  2. Perusahaan harus memperhatikan juga tingkat kepuasan karyawan agar dapat mendorong kinerja karyawan, sehingga mampu menghasilkan ide-ide kreatif. Sistem informasi juga harus diperhatikan agar cepat dalam memperoleh informasi mengenai kondisi pasar.
  3. Perusahaan dituntut untuk dapat mengembangkan produknya, fasilitas dan sistem operasinya, serta menciptakan hubungan baik dengan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat penjualan produk di pasaran.
  4. Sustain adalah tahap dimana perusahaan harus bisa bertahan dengan kondisi pasar, melakukan perbaikan operasional jika memang diperlukan. Pada tahap ini perusahaan tidak lagi fokus pada strategi jangka panjang, namun lebih melihat pada tingkat pengembalian investasi. Hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan melihat nilai return on invesment (ROI).
  5. Perusahaan harus mengetahui sumber daya apa saja yang ia miliki dalam mencapai tujuannya. Perusahaan yang mengerti sumber daya apa yang ia miliki maka perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan perusahaan. Perusahaan yang memahami apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya bisa menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Serta bisa memperbaiki, mengembangkan atau menutupi kelemahan perusahaan.
  6. Perusahaan yang tumbuh berkembang dan berumur panjang adalah perusahaan yang mengerti lingkungan bisnisnya seperti apa. Mengerti pesaingnya dengan baik, mengerti apa yang menjadi kebutuhan konsumennya. Maka perusahaan akan mampu menyusun langkah apa yang harus dibuat untuk tetàp bisa bertahan dan menjadi leader.
  7. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan maka itulah yang akan menjadi pemenang. Menyesuaikan diri dengan lingkungan bisa dilakukan dengan cara memperbaharui apa yang sudah ada di dalam perusahaan atau perusahaan bisa mengadaptasi dari perusahaan lain bagaimana dia bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, tentu dalam proses mengadaptasi dari perusahaan lain tidak serta merta diadaptasi secara penuh akan tetapi di cocokan dengan budaya perusahaan. Selain memperbaharui dan mengadaptasi perusahaan juga perlu membuat suatu cara, ide atau gagasan baru bagaimana langkah yang harus dihadapai dalam menghadapi setiap perubahan.
Menurut saya, ketujuh hal diatas adalah beberapa hal yang harus diperhatikan apabila perusahaan ingin mencapai kesuksesan dan bertahan lama di era globalisasi saat ini.

Sumber: 12

Sabtu, 14 Oktober 2017

Materi Dakwah Ekonomi Syariah

Materi Dakwah Ekonomi Syariah
(Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah)

Rancang Bangun Ekonomi Syariah
Untuk memahami tujuan hidup, ada tiga hal pokok yang diperlukan:
1. Falah sebagai tujuan hidup
2. Masalah sebagai tujuan antara untuk mencapai Falah
3. Permasalahan yang mencapai Falah.
Islam merupakan kepatuhan terhadap kehendak Allah, serta taat kepada hukum dan aturannya. Ekonomi Islam dibangun atas dasar agama islam sehingga tidak bisa terpisahkan dari agama islam. Dalam berbagai aspek, ekonomi islam mengikuti agama islam dalam berbagai aspek.

Metodelogi Ekonomi Islam
Metodelogi ini bertujuan untuk membantu kita mencari kebenaran dan mencapai tujuan utama ekonomi islam, yaitu Falah.
1. Konsep Rasionalitas Islam
- Setiap pelaku ekonomi bertujuan untuk mendapatkan maslahah
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk tidak israad dan mubazir
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk meminumkan risiko
- Setiap pelaku ekonomi dihadapkan pada situasi yang pasti
- Setiap pelaku ekonomi berusaha melengkapi informasi serta kelengkapannya
2. Etika dan Rasinalisme Ekonomi Islam
Ekonomi islam menjadi perilaku ekonomi yang rasional Islam, standar moral suatu perilaku ekonomi didasarkan sebagai ekonomi pada ajaran Islam, bukan sekedar nilai-nilai yang dibangun dalam kesepakatan sosial. Moralitas Islam bukan suatu batasan dalam ilmu ekonomi, tapi sebagai pilar atau patokan dalam menyusun ekonomi Islam.
3. Syariah, Fiqh, dan Ekonomi Islam
- Segala bentuk muamalah diperbolehkan kecuali yang dilarang dalam Islam
- Hanya Allah yang berhak mengharamkan suatu hal. Manusia hanya memiliki hak untuk merijtihad (menafsirkan apa yang dijelaskan dalam Quran dan sunnah)
- Sesuatu yang najis dan merusak harkat manusia dan lingkungan adalah haram
- Kerusakan harus dihilangkan atau dihindari
- Sesuatu yang menyebabkan kepada haram adalah haram
- Niat yang baik dapat membuat suatu hal yang haram menjadi halal
- Halal dan haram berlaku untuk siapapun yang muslim dan berakal
- Keharusan menentukan skala prioritas dalam mengambil keputusan
- Menghindari kerusakan lebih utama dari mencari kebaikan
- Kepentingan sosial dan luas lebih utama dari individu dan sempit
- Manfaat kecil dapat dikorbankan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar
- Bahaya kecil dapat dikorbankan untuk menghindari bahaya yang lebih besar
4. Kerangka Metodologi Ekonomi Islam
- Kebenaran dan kebaikan, mutlak dari Allah baik yang terbentuk ayat qauliyah (dalam Quran dan sunnah) maupun kauniyah (dari alam semesta sebagai penguat).
- Metodelogi ilmu alam versus ilmu sosial, ilmu alam bersifat pasti dan didasarkan pada aturan yang ada dalam jagad raya yang sudah tertentu sifatnya (hukum Allah), sedangkan ilmu sosial dipengaruhi prosedur dan kebijakan dalam menentukan suatu keputusan dengan memproses informasi yang ada, berbeda antara setiap orang dan dapat menimbulkan masalah jika dilakukan agregasi.
- Objek Ekonomi Islam, jika perilaku yang ideal atau mendekati ideal yang diresepkan oleh Islam dapat diobservasi betapa sedikit jumlahnya, maka tetap diyakini hal ini sebagai suatu kebenaran dan sekaligus ilmu. Ekonomi Islam merupakan manifestasi ajaran Islam dalam perilaku ekonomi, baik mulai penentuan tujuan kegiatan ekonomi, sikap, analisis, maupun respon terhadap fenomena sosial. Perilaku ekonomi islam dapat dijumpai pada sekelompok masyarakat muslim maupun non muslim.


Selasa, 10 Oktober 2017

Mencari Rezeki dalam 75 Menit Tanpa Uang Sedikitpun


Dimulai dari jam 10:30 WIB dimulai briefing untuk memulai tantangan 75 menit mencari rezeki. Hal yang menarik dalam tantangan ini adalah kita tidak diberikan modal ataupun perlengkapan lain, tidak diperkenankan membawa dompet, kartu identitas, barang yang bisa dijual, dan hanya membawa badan saja. Dengan bermodalkan badan, dimulailah perjalanan mencari rezeki ini. Tujuan dari diadakannya tantangan ini adalah untuk mengetahui bagaimana rasanya mencari rezeki dari nol, tanpa modal dan tanpa barang yang bisa dijual.

Pertama, saya memulai dengan jalan kaki menelusuri jalanan di bawah terik matahari. Tidak ada warung ataupun toko yang bisa didatangi. Akhirnya ada pedagang nanas kaki lima, saya pun menawarkan diri kepada pedagang tersebut. Saya mulai dengan perkenalan diri dan menjelaskan tujuan saya untuk melakukan tantangan mencari rezeki ini. Setelah dijelaskan dengan berbagai cara akan tetapi percobaan pertama belum berhasil. Selanjutnya saya kembali menusuri jalanan dan akhirnya terdapat warung makan, kembali saya perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya akan tetapi masih ditolak.

Kemudian saya melihat ada pedagang cireng di tepi jalan. Akhirnya saya mendatangi pedagang tersebut. Lalu kembali memperkenalkan diri dan tujuan tantangan ini, akan tetapi masih ditolak. Pedagang tersebut memberitahu kalau dia berdagang belum laku sama sekali, penjualan sedang sangat sepi. Akan tetapi beliau menawarkan satu plastik cireng dengan gratis. Saya sudah menolak tetapi tetap dibuatkan dan diberikan kepada saya dan meminta maaf karena belum dapat menawarkan pekerjaan. Akhirnya saya berterima kasih dan berpamitan kepada pedagang terssebut dengan membawa cireng satu bungkus.

Selanjutnya saya kembali menelusuri jalanan dan akhirnya menemukan warung. Disana saya kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan tantangan lagi. Akan tetapi penjaga warung mengatakan bahwa semua persiapan sudah selesai dan tidak ada hal yang bisa dilakukan. Hingga akhirnya ditolak, tapi dengan spontan saya menawarkan satu bungkus cireng yang saya dapatkan sebelumnya. Dan penjaga warung tersebut menerima dan memberikan saya dua ribu rupiah. Uang ini merupakan uang pertama yang saya terima dalam tantangan ini.

Lalu kembali menelusuri jalanan, saya melihat ada toko penjual jok motor, disana saya kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan saya lagi. Akan tetapi kembali ditolak lagi. Tak jauh dari sana terdapat penjual ketoprak, tapi kembali ditolak lagi. Setelah menelusuri jalan lagi, saya menghampiri sebuah toko laundry. Disana saya pun kembali memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan tantangan ini, tapi kembali ditolak. Bahkan diakhir kata, penjaga laundry tersebut hendak memberikan saya sumbangan. Tapi saya langsung tolak, karena saya bukanlah meminta sumbangan ataupun meminta-minta. Akhirnya pun saya kembali menelusuri jalanan yang terik lagi.


Tak jauh dari tempat laundry tersebut saya melihat tempat jual beli genteng bekas. Disana ada pemilik usaha tersebut, saya menghampiri beliau dan memperkenalkan diri. Beliau menanyakan identitas dan surat dari tantangan ini, tapi saya tidak dapat memberikan surat ataupun identitas karena memang tidak diperkenankan membawa barang tersebut. Tapi akhirnya saya diperkenankan masuk ke dalam tempat tersebut. Dan hal yang tidak terduga, saya diperbolehkan untuk bekerja disana.

Perkerjaan yang saya lakukan adalah menyuci genteng bekas dari tempat itu. Ukuran genteng yang relative besar dan berat ini harus saya gosok dan cuci hingga bersih untuk keperluan di cat ualng dan dijual kembali. Ini merupakan pertama kali saya bekerja kasar yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya diajari mulai dari mengabil peralatan, air, dan sabun. Kemudian diajarkan tahapan menyuci genteng bekas tersebut hingga menggosok dengan penuh tenaga. Karena genteng bekas ini sudah bertahun-tahun berada di atas atap, maka debu dan kotoran sudah menyerap dan sangat lekat di permukaan genteng tersebut.

Untuk menyuci genteng ini pun memerlukan saktu yang tidak sedikit untuk orang awam seperti saya. Bahkan dalam 30 menit, saya hanya bisa menyuci 4 buah genteng bekas. Bahkan tangan hingga lecet karena tergores permukaan genteng tersebut. Dengan sisa waktu yang terbatas, saya menyelesaikan 4 buah genteng lagi dengan lebih cepat. Dan akhirnya saya menyelesaikan total 8 genteng. Berhubung waktu sudah hampir habis, maka saya berpamitan dan mohon untuk kembali ke lokasi awal briefing. Dan akhirnya saya diberikan uang lima belas ribu rupiah dari pemilik usaha tersebut. Saya mengucapkan anyak terima kasih dan mendoakan agar usaha tersebut sukses selalu.

Saya pun kembali ke lokasi awal briefing dengan hati yang cukup senang. Dengan setengah berlari, saya kembali ke lokasi awal. Setelah kembali saya melihat penerima tantangan yang lain, ada yang mendapatkan hasil yang cukup banyak dan ada pula yang tidak mendapatkan apapun. Dan kamis semua saling bercerita pengalaman sesame penerima tantangan tersebut. Dan akhirnya, saya lolos dalam tantangan tersebut dengan memperoleh rezeki sebanyak tujuh belas ribu dalam 75 menit tanpa ada modal dan barang yang bisa dijual.


Hikmah yang dapat saya peroleh antara lain:
ü Kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan yang kita peroleh
ü Kita harus membantu orang disekitar kita, baik yang kita kenal ataupun tidak
ü Kita tidak boleh mengeluh atas segala musibah dan cobaan yang kita terima, karena masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita saat ini
ü Kita tidak boleh merasa bahwa kita sudah lebih dari siapapun, karena masih banyak orang di luar sana yang lebih baik dari kita
ü Sepertinya saya bukan tipe orang pekerja kasar, maka saya harus lebih berusaha dan lebih bermanfaat bagi orang disekitar saya kapanpun dan dimanapun

Rabu, 06 Juli 2016

Tiga Mazhab Ekonomi Islam

Pengertian ekonomi islam
Ekonomi islam merupakan ilmu yang mempelajari prilaku ekonomi manusia yang perilakunya diatur berdasarkan aturan agama islam dan didasari dengan tauhid sebagaimana dirangkum dalam rukun iman dan rukun islam.
Sistem Ekonomi Islam Merupakan Solusi Perekonomian Dunia. Begitulah yang sepatutnya kita katakan terhadap ekonomi islam, karena perkembangan ekonomi islam telah membuktikan bagaimana ekonomi yang seharusnya dikelola oleh masyarakat maupun pemerintah, di berbagai belahan dunia yang telah membuktikan dan menerapkan sistem ekonomi syariah yang berdasarkan ajaran agama islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah. Dan sistem ekonomi syariah telah dibuktikannya oleh beberapa negera di dunia ini seperti eropa, yaitu di Inggris pada tahun 2000-an mengalami kemajuan sampai saat ini karena telah menerapkan ekonomi syariah, dan begitu juga di berbagai negara-negara di belahan dunia ini yang telah mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam perekonomiannya. Dan ini menjadi sistem alternatif yang makin turunnya reputasi kapitalis di negara-negara eropa. Dan pertanyaannya sekarang apakah kita masih menggunakan ekonomi konvensional yang benar-benar tidak bisa memecahkan permasalahan ekonomi sampai sekarang ini? Apabila dikaitkan dengan sistem ekonomi syariah maka perekonomian dunia masih bisa diselamatkan dari krisis yang sekian kali melanda dunia ini, karena islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia dan alam semesta ini, oleh karena itu hanya sepatutnyalah kita menerpakan ekonomi syariah karena ekonomi syariah menjalankan prinsip-prinsip ajaran agama islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah.
Mazhab Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer
Agama islam hanyalah satu, yaitu agama yang haq dari Allah SWT. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika terdapat berbagai macam interpretasi manusia tentang islam, termasuk tentang masalah ekonomi dalam islam. Tetapi hal ini tidaklah mengurangi arti eksistensi dan vitalitas islam. Justru merupakan keragaman yang digunakan untuk memperkokoh islam. Dari sisi karakter dasar pemikiran ekonomi islam pada saat ini, secara garis besar terdapat tiga mazhab (corak pemikiran) utama.
1.      Mazhab Baqir As-sadr
Mazhab ini dipelopori oleh Baqir as-sadr dengan bukunya yang fenomenal yaitu Iqtishaduna (ekonomi kita). Mungkin sebelumnya anda bertanya-tanya siapakah Baqir as-sadr, Muhammad Baqir al-Sadr dilahirkan di Kadhimiyeh pada 25 Dzulqaidah 1353 H/ 1 Maret 1935 M. Datang dari suatu keluarga yang terkenal dari sarjana-sarjana Shi’ite dan para intelektual islam, Sadr mengikuti jejak mereka secara alami. Beliau memilih untuk belajar studi-studi islam tradisional di hauzas (sekolah-sekolah tradisional di Iraq), di mana Beliau belajar fiqh, ushul dan teologi. Beliau adalah ulama syiah irak terkemuka, pendiri organisasi hizbullah di Lebanon.
Mazhab ini berpendapat bahwa ilmu ekonomi tidak pernah bisa sejalan dengan islam.  Ekonomi tetap ekonomi dan islam tetap islam.  Keduanya tidak akan pernah dapat dipersatukan karena keduanya berasal dari filosofi yang saling kontradiktif.  Yang satu anti islam sedangkan yang lainnya Islam.
Menurut mereka perbedaan filosofi ini berdampak pada perbedaan cara pandang keduanya dalam melihat masalah ekonomi.  Menurut ilmu ekonomi, masalah ekonomi muncul karena adanya keinginan manusia yang tidak terbatas dan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Mazhab Baqir menolak pernyataan ini, karena menurut mereka Islam tidak mengenal sumber daya yang terbatas.  Seperti yang ada di dalam Alquran ”Sungguh telah kami ciptakan segala sesuatu dalam ukuran yang setepat-tepatnya (54:49).  Oleh karena itu segala sesuatunya telah terukur dengan sempurna, Allah telah memberikan sumber daya yang cukup bagi seluruh manusia di dunia.  Pendapat bahwa keinginan manusia tidak terbatas juga ditolak.  Contohnya Manusia akan berhenti minum jika dahaganya telah terpuaskan.
Mazhab Baqir berpendapat bahwa masalah ekonomi muncul karena adanya distribusi yang tidak merata dan adil sebagai akibat sistem ekonomi yang membolehkan exploitasi dari pihak yang kuat terhadap yang lemah.  Dimana yang kuat memiliki akses terhadap sumber daya sehingga menjadi sangat kaya sedangkan yang lemah tidak memiliki akses ke sumber daya sehingga menjadi sangat miskin.  Oleh karena itu masalah ekonomi bukan karena sumber daya yang terbatas tetapi karena keserakahan manusia yang tidak terbatas.
Oleh karena itu menurut mazhab ini istilah ekonomi islami adalah istilah yang menyesatkan dan kontradiktif. Sebagai gantinya ditawarkan dengan istilah yang berasal dari filosofi islam yaitu Iqtishad, yang secara harfiah berarti keadaan sama seimbang.
Semua teori yang dikembangkan oleh ilmu ekonomi konvensional ditolak dan dibuang.  Sebagai gantinya maka disusunlah teori-teori ekonomi baru yang digali dari Alquran dan Assunah.

2.      Mazhab Mainstream
Mazhab mainstrean berbeda pendapat dengan mazhab Baqir.  Mazhab ini justru setuju bahwa masalah ekonomi muncul dikarenakan sumber daya yang terbatas yang dihadapkan pada keinginan manusia yang tidak terbatas.  Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad Saw.  Bahwa manusia tidak akan pernah puas. Bila diberikan emas satu lembah, ia akan meminta emas dua lembah. Bila diberikan dua lembah maka dia akan meminta tiga lembah dan seterusnya sampai ia masuk kubur.
Dengan demikian, pandangan mazhab ini tentang masalah ekonomi hampir tidak ada bedanya dengan pandangan ekonomi konvensional. Perbedaannya terletak pada cara menyelesaikan masalah tersebut.  Dilema sumber daya terbatas dihadapkan dengan keinginan manusia yang tidak terbatas memaksa manusia itu melakukan pilihan-pilihan atas keinginannya.  Kemudian manusia membuat skala prioritas dalam memenuhi keinginannya.
Dalam Ekonomi konvensional pemilihan sekala prioritas berdasarkan selera masing-masing pribadi.  Manusia boleh mempertimbangkan tuntutan agama atau boleh juga mengabaikannya.  Tetapi dalam ekonomi islami pilihan tidak dapat dilakukan semaunya, harus berdasarkan tuntunan Alquran dan Assunah.
Mazhab ini berpendapat mengambil hal-hal yang baik dan bermanfaat yang dihasilkan oleh bangsa dan budaya non islam tidak diharamkan.  Nabi bersabda hikmah atau ilmu itu bagi umat islam adalah ibarat barang yang hilang.  Di mana saja ditemukan maka umat islam paling berhak mengambilnya.



3.      Mazhab Alternatif - Kritis
Mazhab ini mengkritik dua mazhab sebelumnya.  Mazhab Baqir dikritik sebagai mazhab yang berusaha menemukan sesuatu yang baru yang sebenarnya telah ditemukan oleh orang lain.  Menghancurkan teori yang lama dengan menggantinya dengan teori yang baru.  Sedangkan mazhab mainstream dikritiknya sebagai jiplakan dari ekonomi neoklasik dengan menghilangkan variabel riba dan memasukkan variabel zakat dan niat.
Mazhab ini adalah mazhab kritis.  Mereka berpendapat bahwa analisis kritis bukan saja harus dilakukan terhadap sosialisme dan kapitalisme, tetapi juga terhadap ekonomi islam itu sendiri.  Mereka meyakini bahwa Islam itu benar tetapi ekonomi islami belum tentu benar karena ekonomi islami adalah hasil tafsiran manusia atas Alquran dan Assunnah.
Oleh karena itu nilai kebenarannya tidaklah mutlak.  Teori-teori yang diajukan oleh ekonomi islami harus selalu diuji kebenarannya sebagaimana yang dilakukan terhadap ekonomi konvensional.
Masing-masing dari ketiga mazhab di atas telah memiliki ciri menonjol yang bisa saling berkonfrontasi, seperti halnya mainstream yang terlihat paling moderat karena sikapnya terhadap teori ekonomi konvensional yang tidak semata-mata dihapus, melainkan dipilah berdasarkan prinsip metodologi teori ekonomi Islam jika didapatkan sesuatu yang tidak salah dan di boleh kan atau dibenarkan maka hal itu dilaksanakan, dan apabila ada yang salah maka hal itu dihilangkan. Begitu juga sikapnya terhadap permasalahan pangkal dari sebuah teori ekonomi berupa scrachity (kelangkaan) yang titik tolaknya pada dasarnya sama, melainkan lebih pada pola distribusinya. Hal ini berbeda sama sekali dengan As Shadr, yang sampai tegasnya mazhab ini berpendapat bahwa jika, ingin dinamakan dengan ekonomi Islam, seharusnya tidak perlu pakai istilah ekonomi melainkan dengan istilah yang berubah total yakni iqtishoduna. Permasalahan ini dikarenakan mazhab as Sadhr tidak menyetujui jika permasalahan ekonomi adalah sama dengan konvensional yakni pada kelangkaan sumber daya. Sebab menurut mazhab ini, pada dasarnya Allah telah menurunkan secara jelas ayat yang menegaskan bahwa sumber daya yang ada itu pada dasarnya sudah cukup, tinggal bagaimana manusia mengolahnya dan mendistribusikannya. Sedangkan mazhab kritis, lebih pada analisa mendalam mengenai hasil temuan-temuan sistem ekonomi yang ada termasuk ekonomi Islam untuk di kritisi kembali dan secara terus menerus.
Di antara ketiga mazhab ini, jika dikaji berdasarkan teori dialektika dan sebuah kesatuan metodologi bukanlah tiga teori yang sebenarnya layak untuk menimbulkan klaim hingga pada akhirnya menimbulkan terjadi konflik dialektika teori yang meruncing. Akan tetapi, dari ketiga mazhab ekonomi Islam ini, pada dasarnya memiliki sebuah kesatuan dan mampu untuk saling mengisi satu sama lain yang didasarkan dari peran teori yang diusung oleh masing-masing mazhab.
Seperti halnya kekurangan pada mazhab mainstream yang cenderung mudah di salah persepsikan sebagai ekonomi minus riba plus zakat dapat untuk kemudian ditegaskan kembali oleh mazhab As Shadr dan dikoreksi secara terus menerus oleh alternatif kritis.
Teori pada dasarnya akan mengalami evolusi melalui pelestarian, inovasi, dan kepunahan, maka terdapat suatu proses evolusi dalam sejarah manusia. Proses ini ditandai dengan dua kecenderungan, yakni adanya keanekaragaman dan kemajuan. keanekaragaman mengacu kepada kenyataan bahwa jumlah dan aneka ragam masyarakat sangat meningkat, dan pola-pola adaptasi manusia semakin lama semakin berbeda-beda. Sementara kemajuan tidak mengacu kepada peningkatan kebahagiaan atau moralitas tetapi kepada perkembangan teknologi dan kepada perubahan organisasi dan ideologi yang terjadi bersamaan dengan perkembangan teknologi.

Sumber referensi :
http://adityangga.wordpress.com/2010/02/11/sejarah-pemikiran-ekonomi-islam-sebuah-kapita-selekta/
http://ekonomiislamindonesia.blogspot.com/2012/11/mazhab-mazhab-pemikiran-ekonomi-islam.html

http://marx83.wordpress.com/2009/01/12/pemikiran-ekonomi-muhammad-baqir-ash-sadr/

Selasa, 07 Juni 2016

Universitas Gunadarma dan Webometrics


Webometrics adalah sebuah peluang menarik bagi universitas-universitas di negara berkembang bisa menikmati rangking universitas dunia.Kuncinya adalah bagaimana universitas bisa memperbanyak konten (scientific paper) yang dishare ke publik, diindeks di mesin pencari, dan sedikit kepintaran universitas memainkan Search Engine Optimization (SEO) untuk mengarahkan mesin pencari ke situs universitas.

Teknik perangkingan atau pemeringkatan universitas di dunia ini ada banyak. Tiga teknik perangkingan universitas yang cukup diakui di dunia yaitu menurut ARWU (Academic Ranking World University) dan menurut THES (the Times Higher Education Supplement) dan yang paling umum dan terkenal adalah teknik perangkingan ala Webometrics. Universitas di Indonesia meskipun cukup “ngos-ngosan” di perangkingan ARWU, alhamdulillah mulai bermunculan di perangkingan ala THES. Nah, teknik pemeringkatan atau perangkingan ala Webometrics sedikit lain dibandingkan THES atau ARWU. Rangking Webometrics kebanyakan mengambil faktor “kehidupan” universitas di dunia Internet. Termasuk didalamnya adalah aksesibilitas dan visibilitas situs universitas, publikasi elektronik, keterbukaan akses terhadap hasil-hasil penelitian, konektifitas dengan dunia industri dan aktifitas internasionalnya.

Pelopor perangkingan universitas ala Webometrics ini adalah Cybermetrics Lab, sebuah group penelitian dari Centro de Información y Documentación (CINDOC) yang merupakan bagian dari National Research Council (CSIC), Spanyol. Mulai melakukan perangkingan universitas pada tahun 2004, dan mempublikasikan rangking universitassetiap enam bulan sekali (bulan Januari dan Juli). Indikator penilaian rangking berbasis Web ini cukup unik, meskipun sebenarnya tetap memiliki hubungan erat dengan ilmu scientometric dan bibliometric.

Bagaimana Webometrics ini menentukan rangking universitas? Ada empat faktor utama yang menentukan rangking sebuah universitas, yaitu: Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) dan Scholar (Sc). Formula penghitungan dan pembobotannya sendiri adalah seperti di bawah:

Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

Pada intinya, V, S, R dan Sc adalah faktor penilai, sedangkan 4, 2, 1, 1 adalah bobot (weight) tiap faktor.

Sebagai informasi tambahan, formula diatas mengalami revisi sejak Januari 2008 menjadi seperti di bawah (updated: 1 pebruari 2008):


Formula perangkingan universitas berdasarkan webometrics


Lengkapnya kita lihat penjelasannya di bawah:

  • Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.

  • Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiapinstitusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.

  • Rich Files (R): Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas.

  • Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.


  • Indonesia menempatkan dua wakil universitasnya untuk menduduki Asia Top 100 di perangkingan universitas ala Webometrics versi Januari 2008, yang di release tanggal 29 Januari 2008. Sedangkan untuk kategori rangking dunia (World Ranking), Indonesia menempatkan total 17 universitas di Top 5000.
    Daftar Peringkat Universitas di Indonesia Ala Webometrics


    Kalau kita analisa, kekuatan UGM ada di Size dan Scholarnya, sedangkan ITB koleksi file yang dipublikasikan dahsyat (Rich Files). ITB kuat karena perpustakaannya banyak menshare berbagai file (pdf, ppt, etc) yang bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. Sedangkan Universitas Indonesia (UI) relatif tetap, seperti perhitungan yang sudah saya sampaikan ketika diundang teman-teman di UI untuk menganalisa rangking Webometrics UI, kelemahan utama UI ada di Visibility dan Rich Files. Perlu kerja keras dan keikhlasan hati untuk membuka publikasi yang ada di Lontar (digital library UI) ;) Universitas Airlangga meskipun hanya menduduki rangking 3544, tapi sangat-sangat unggul di parameter Rich Files ) . Univesitas Petra juga dengan berbagai project digitalisasi dokumennya, saya lihat mendapatkan rangking signifikan untuk Rich Files, bahkan melampaui UGM.

    Untuk rangking Top 100 Asia, bisa dilihat dari list di bawah. Kolom paling kiri adalah rangking asia dan kolom paling kanan adalah rangking dunia. UGM dan ITB cukup membanggakan karena sudah bisa masuk di rangking 57 dan 76 Asia, sedangkan universitas lain masih perlu kerja keras supaya bisa masuk ke 100 besar Asia ini. List lengkap untuk Top 100 Asia bisa dilihat dari link ini.

    1 UNIVERSITY OF TOKYO 61
    2 NATIONAL TAIWAN UNIVERSITY 73
    3 BEIJING UNIVERSITY 133
    4 NATIONAL UNIVERSITY OF SINGAPORE 141
    5 KYOTO UNIVERSITY 142
    6 UNIVERSITY OF HONG KONG 156
    7 KEIO UNIVERSITY 162
    8 CHINESE UNIVERSITY OF HONG KONG 163
    9 NATIONAL CHIAO TUNG UNIVERSITY 237
    10 UNIVERSITY OF TSUKUBA 239
    …
    57 GADJAH MADA UNIVERSITY 734
    …
    76 INSTITUTE OF TECHNOLOGY BANDUNG 844

    Perguruan Tinggi di Indonesia mengalami kemajuan dari tahun sebelumnya, semoga terus membaik dan dapat mengangkat derajat Indonesia di luar sana.


    Academic Ranking of World Universities (ARWU) adalah sistem perangkingan yang dilakukan oleh Institute of Higher Education, Shanghai Jiao Tong University (IHE-SJTU), Cina. Termasuk salah satu sistem perangkingan universitas yang cukup valid, dengan teknik dan metodologi yang diakui oleh dunia akademisi internasional. Kerja dari tim ARWU ini melahirkan study group bernama International Rankings Expert Group serta konferensi bertaraf internasional bernama International Conference on World-Class Universities. ARWU mulai mempublikasikan rangking universitas di tahun 2003, dan mengupdate setiap tahun rangking universitas di dunia. Pada tahun 2007, fitur perangkingan mulai ditambahi dengan rangking universitas di lima bidang ilmu (Natural Sciences and Mathematics (SCI), Engineering/Technology and Computer Sciences (ENG), Life and Agriulture Sciences (LIFE), Clinical Medicine and Pharmacy (MED), Social Sciences(SOC)).

    Rangking ARWU dihitung berdasarkan 6 faktor utama, yaitu Alumni, Award, HiCi, PUB, TOP, Fund
    1. Alumni: Total jumlah alumni yang mendapatkan penghargaan nobel (Nobel Prize) di bidang fisika, kimia, ekonomi dan kedokteran serta meraih Field Medal di bidang matematika. Digunakan hitungan bobot (weight) berdasarkan kebaruan tahun mendapatkan penghargaan tersebut. Semakin lama mendapatkan penghargaan, semakin kecil bobot prosentase nilainya.

    2. Award: Total jumlah staff saat ini yang mendapatkan penghargaan nobel (Nobel Prize) di bidang fisika, kimia, ekonomi dan kedokteran serta meraih Field Medal di bidang matematika.. Perhitungan bobotnya sama dengan Alumni.

    3. HiCi: jumlah peneliti (dosen) yang mendapatkan nilai citation tinggi (high cited researcher) alias penelitiannya banyak dikutip oleh peneliti lain, dalam 20 kategori subyek berdasarkan publikasi resmi dari http://isihighlycited.com.

    4. PUB: Jumlah artikel yang diindeks oleh Science Citation Index-Expanded dan Social Science Citation Index (http://www.isiknowledge.com).

    5. TOP: Prosentase artikel yang dipublikasikan dalam top 20% journal internasional dari berbagai bidang ilmu. Penentuan top 20% journal adalah berdasarkan nilai impact factors dari Journal Citation Report (http://www.isiknowledge.com).

    6. Fund: Jumlah total anggaran biaya penelitian dari sebuah universitas. Data didapatkan dari negara dimana universitas berada dan dari institusi-intitusi pemberi dana penelitian.


    Secara lengkap metodologi penghitungan rangking ARWU untuk lima bidang, termasuk pembobotannya adalah seperti pada gambar di bawah (klik untuk memperbesar).
    metodologi penghitungan rangking ARWU untuk lima bidang, termasuk pembobotannya


    Posisi Indonesia di ARWU Kurang baik, silakan langsung mengunjungi http://www.arwu.org dan cari dimana Indonesia.

    Teknik perangkingan THES-QS

    Teknik perangkingan universitas ala ARWU boleh dikatakan relatif sempurna dari sudut pandang penelitian dan akademik. Hanya sayangnya teknik dan rangkingnya kurang tersosialisasi dengan baik ke masyarakat. Ini sebenarnya tidak aneh, peneliti di Universitas punya behavior lebih senang mempublikasikan karyanya ke journal ilmiah, serta memiliki jalur orbit dari conference ke conference. Masalahnya, masyarakat umum jarang sekali yang membaca publikasi journal ilmiah, mereka lebih banyak menikmati koran dan majalah. Masalah ini yang diperbaiki oleh The Times Higher Education Supplement (THES). Bekerjasama dengan QS Top Universities, THES menyajikan informasi rangking universitas yang dikemas dalam bentuk cetak (buku) maupun elektronik (situs web), bagi calon mahasiswa di seluruh dunia yang sedang memilih universitas untuk masa depannya. Berikut ini adalah teknik yang digunakan perangkingan ala THES-QS ini.

    THES menggunakan 4 kriteria utama dalam menentukan skor rangking universitas di dunia, yaitu:
    1. Kualitas Penelitian (Research Quality)

    2. Kesiapan Kerja Lulusan (Graduate Employability)

    3. Pandangan Internasional (International Outlook)

    4. Kualitas Pengajaran (Teaching Quality)


    Empat kriteria diatas diterjemahkan dalam berbagai indikator penilaian dimana masing-masing indikator memiliki bobot (weight) yang berbeda. Lengkapnya ada dalam gambar di bawah:
    indikator penilaian teknik yang digunakan perangkingan ala THES-QS


    Kriteria Kualitas Penelitian (Research Quality) memiliki bobot yang paling tinggi (60%). Dua indikator yang dinilai adalah yang pertama dari hasil Peer Review. Disebarkan angket online ke 190.000 akademisi dimana mereka diminta mengisi pertanyaan berdasarkan bidang kepakaran mereka, yaitu Arts & Humanities, Engineering & IT, Life Sciences & BioMedicine, Natural Sciences dan Social Sciences. Kemudian mereka diminta memilih 30 universitas terbaik dari wilayah mereka sesuai dengan bidang kepakaran tersebut. Indikator kedua adalah Citations per Faculty, alias berapa banyak publikasi paper dari peneliti (professor) di univesitas tersebut dan jumlah citation (kutipan) berdasarkan data dari the Essential Science Indicators (ESI).

    Kriteria Kesiapan Kerja Lulusan (Graduate Employability) memiliki bobot 10% dengan indikator penilaian Recruiter Review. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil survey terhadap 375 perekrut tenaga kerja.

    Kriteria Pandangan Internasional (International Outlook) memiliki bobot 10% dengan dua indikator yaitu, jumlah fakultas yang menyediakan internasional program dan jumlah mahasiswa internasionalnya.

    Kriteria Kualitas Pengajaran (Teaching Quality) dinilai dari indikator rasio jumlah mahasiswa dan fakultasnya (Student Faculty). Bobot penilaian cukup signifikan karena mencapai 20%.

    Selain dari hasil survey, data-data tambahan juga diambil dari organisasi World Scientific, Mardev, JobsDB (Philippines) dan JobStreet (Malaysia).

    Peringkat 100 teratas masih didominasi universitas-universitas dari Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Tahun 2006, Asia berhasil menempatkan 13 universitasnya di top 100, yaitu Jepang (3 universitas), Hongkong(3 universitas), China(2 universitas), Singapura (2 universitas), India (2 universitas), dan Korea Selatan (1 universitas).

    Universitas di Indonesia yang masuk di perangkingan universitas ala THES-SQ ini paling tidak ada lima universitas (rangking diatas 250) yaitu: Universitas Airlangga, Institute Teknologi Bandung, Institute Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia. Silakan lengkapnya dicek dari http://www.topuniversities.com dan http://www.thes.co.uk

    Source :

Universitas Gunadarma dan 4ICU

4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs  yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara.


Dalam hal ini, yang dimaksud sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi adalah sebagai berikut:
  • Telah resmi diakui, memiliki ijin atau telah diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
  • Berhak memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
  • Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka, program dan kursus.
Metodologi Penilaian
Dalam melakukan penilaian, ada kebijakan khusus yang dikemukakan oleh 4ICU. Mengingat yang dinilai oleh 4ICU adalah kepopuleran alamat situs resmi milik perguruan tinggi, maka 4ICU tidak memberitahukan cara penilaian yang dilakukannya guna menghindari kecurangan yang dilakukanwebmaster perguruan tinggi dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi masing-masing.

Namun meskipun begitu, 4ICU memberitahukan parameter acuan yang mereka gunakan dalam menilai, yaitu sebagai berikut :
• Google Page Rank
• Alexa Traffic Rank
• Majestic SEO (Referring Domain, Citation Flow, Citation Trust)

Langkah penilaian :
  1. Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data
  2. Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers)
  3. Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi
  4. Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO
  5. Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi


Lalu bagaimanakah peringkat Universitas Gunadarma menurut 4ICU ini?

TAHUN 2011

Pada edisi kali ini UG merupakan PTS terbaik di Indonesia yang berada di peringkat 5 Nasional setelah 4 PTN lain. Hanya dua PTS yang mampu mengimbangi dominasi PTN pada peringkat sepuluh besar atau TOP TEN yaitu Universitas Gunadarma dan Universitas Bina Nusantara.  Dibandingkan edisi sebelumnya, Universitas Gunadarma mampu bertahan di posisi 5. Daftar peringkat Top Ten perguruan tinggi untuk Januari 2011 di Peringkat Nasional dan World Rank selangkapnya dapat dilihat sebagai berikut.
  1. Institut Teknologi Bandung (World Rank: 32)
  2. Universitas Indonesia (World Rank: 155)
  3. Universitas Gadjah Mada (World Rank: 621)
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (World Rank: 779)
  5. Universitas Gunadarma (World Rank: 1058)
  6. Universitas Sumatera Utara (World Rank: 2010)
  7. Universitas Diponegoro (World Rank: 2023)
  8. Universitas Bina Nusantara  (World Rank: 2070)
  9. Universitas Pendidikan Indonesia (World Rank: 2212)
  10. Universitas Sebelas Maret (World Rank: 2218)
TAHUN 2012

Pada bulan Januari 2012 ini 4ICU ( International Colleges and Universities ) kembali merilis daftar peringkat urutan universitas terbaik di seluruh dunia. Untuk di Indonesia sendiri banyak universitas – universitas yang mengalami perubahan peringkat. Penurunan peringkat tersebut bisa dibilang sangat signifikan bagi beberapa universitas yang sebelumnya masuk dalam 10 besar 4ICU.

Ada juga beberapa universitas lainnya yang juga mengalami penurunan peringkat seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Gunadarma, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Diponegoro ( Undip ) Semarang.

Berikut daftar lengkap 10 Universitas Terbaik Indonesia 2012 versi ( 4ICU ) :
  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Indonesia
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Gunadarma
  5. Universitas Pendidikan Indonesia
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Sebelas Maret
  8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  9. Universitas Airlangga
  10. Institut Pertanian Bogor
TAHUN 2013

World Universities Web Ranking Edisi Januari 2013 sudah dipublikasikan pada tanggal 27 Januari 2013. Selamat Kepada Universitas Gunadarma yang menjadi PTS terbaik di Indonesia versi 4ICU Edisi Januari 2013.
Perguruan tinggi (PT) yang dinilai sebanyak 11160 PT dari 200 negara, termasuk 351 PT dari Indonesia atau meningkat  16 PT.  Seperti edisi sebelumnya, PTN masih mendominasi sepuluh besar nasional dengan menempatkan Universitas Gunadarma sebagai satu-satunya PTS di peringkat sepuluh besar. UGM kali ini menjadi peringkat pertama, menggeser ITB. ITS yang pada edisi sebelumnya berada di luar sepuluh besar, kini menempati peringkat sepuluh. 

Berikut top 10 di Indonesia dengan peringkat dunia-world Rank (WR):
  1. Universitas Gadjah Mada (WR: 401)
  2. Institut Teknologi Bandung (WR: 474)
  3. Universitas Indonesia (WR:571)
  4. Universitas Brawijaya (WR:1092)
  5. Universitas Gunadarma (WR:1098)
  6. Institut Pertanian Bogor (WR:1148)
  7. Universitas Diponegoro (WR:1174)
  8. Universitas Sebelas Maret (WR:1264)
  9. Universitas Pendidikan Indonesia (WR:1349)
  10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember(WR:1413)
TAHUN 2014

Diawal tahun 2014 ini, www.4ICU.org salah satu situs yang selalu meninjau peringkat Universitas di Dunia setiap tahunnya, 20 Januari yang lalu melalui akun twitternya, 4icu mengumumkan bahwa mereka telah melakukan update peringkat/rangking Universitas di dunia tahun 2014.

Sementara itu di tingkat Asia tercatat ada 3 Universitas yang mampu menembus peringkat 100 Universitas di wilayah ASIA, yaitu Institut Teknologi Bandung (Peringkat 27), Universitas Gadjah Mada (Peringkat 42) Universitas Indonesia (Peringkat 92)

Berikut Ini Peringkat Universitas di Indonesia tahun 2014 versi 4ICU (Januari 2014)
  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Gadjah Mada
  3. Universitas Indonesia
  4. Universitas Brawijaya
  5. Universitas Sebelas Maret
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Padjadjaran
  8. Universitas Gunadarma
  9. Institut Pertanian Bogor
  10. Universitas Airlangga
TAHUN 2015

Pada akhir bulan Januari 2015 4ICU kembali mengeluarkan list peringkat Universitas Dunia,  4ICU adalah sebuah direktori yang menilai kepopuleran sebuah Universitas dilihat dari sisi website resmi Universitasnya. Kenapa 4ICU menjadi patokan apakah universitas tersebut baik atau tidak karena secara logika jika website sebuah Universitas tersebut memiliki peringkat yang baik tentunya pasti terjadi sebuah interaksi Akademis baik itu dari dalam maupun luar pihak Civitas Akademik sebuah Universitas.

Berikut adalah List Perguruan Tinggi Di Indonesia yang masuk dalam top 10 Perguruan Tinggi Indonesia.
  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Gadjah Mada
  3. Universitas Indonesia
  4. Universitas Brawijaya
  5. Universitas Sebelas Maret
  6. Universitas Airlangga
  7. Universitas Pendidikan Indonesia
  8. Universitas Gunadarma
  9. Universitas Diponegoro
  10. Institut Pertanian Bogor
Source :