Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2017

Umat Islam Indonesia dan Kemiskinan

Jihad Ekonomi Islam
(Jafril Khalil, Ph.D)

Kemiskinan sebagai musuh umat islam
Pemerintahan Indonesia mempunyai perhatian yang besar terkait keadilan dan kemakmuran yang ada pada alinea keempat Undang Undang Dasar 1945. Kenyataannya kemiskinan tidak berkurang secara signifikan, orang miskin semakin miskin, orang kaya semakin kaya.
Islam tidak pernah mentolerir segala bentuk kemiskinan bagi pemeluknya. Islam memerintahkan dengan tegas supaya umatnya berzakat, berinfak, pembiayaan, haji, dan sebagainya. Perintah ini hanya dapat dilakukan oleh orang berilmu pengetahuan dan memiliki harta, seperti pada ayat QS 8:60.
Setiap orang memiliki potensi yang besar untuk maju dan merubah keadaan dirinya. Seseorang tidak akan berubah kecuali kalau dia sendiri berusaha untuk merubah dirinya. Allah memberikan rezeki pada setiap orang yang berusaha untuk mendapatkan rezeki-Nya. Allah akan memberikan ilmu pengetahuan pada siapapun yang berusaha mendapatkan ilmu-Nya. Manusia mampu merubah nasibnya kalau dia mempunyai keinginan untuk berubah.
Kesulitan adalah seni untuk mencapai sesuatu yang ideal. Orang tidak akan merasakan keindahan kamu belum pernah merasakan keburukan. Orang tidak akan merasakan kekayaan kalau tidak pernah merasakan kemiskinan. Seperti pada ayat QS 107: 1-3 tentang orang miskin dan anak yatim mesti diberikan santunan. Umat islam yang berkecukupan harus mampu menyantuni sesama saudaranya, agar orang berkecukupan mampu menjalankan perintah agamanya secara tenang.
Tidak sempurna iman seseorang kalau ia tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (HR Muslim).
Ajaran islam memberi ajaran yang indah kepada pemeluknya, mereka tidak membiarkan kemiskinan dikalangan mereka, mereka mesti menjadi musuh kemiskinan, perlawanan secara bersamaan terhadap kemiskinan mesti diwujudkan. Umat islam tidak boleh kalah oleh deraan kemiskinan yang merusak ajaran islam dan merendahkan derajat orang-orang islam, karena orang islam itu adalah orang-orang mulia dihadapan Allah, apalagi dihadapan makhluk-Nya yang lain.

Arus kesalahan
Islam masuk ke Indonesia melalui dua acara, perdagangan dimarahin Sumatera dan Sulawesi, serta kekuasaan di Jawa. Agama islam yang masuk melalui pintu kerajaan lebih mudah diterima. Kebiasaan hidup berkasta rendah dan hidup bermalas-malasan menjadi kebiasaan dan tidak diperhatikan pendakwah islam saat itu. Karena mereka cenderung acuh tak acuh pada kondisi masyarakatnya.
Masyarakat rela menerima keadaan apapun yang terjadi, tidak menuntut hak-hak sehingga dinamika kehidupan tidak berjalan sesuai tujuan agama islam yang menuntut pencerdasan bagi umatnya. Kultur mematuhi perintah membuat umat islam tidak kreatif. Apapun kebijakan pemimpin pasti dinilai benar, karena saat itu pemimpin sama seperti dewa, mereka akan selalu melaksanakan kebijakan tersebut.
Para ulama lebih banyak mengajarkan ibadah seperti shalat, itu pun masih sangat sederhana. Bahkan menurut mereka tidak perlu menggunakan bahasa Arab, bisa pakai bahasa daerahnya sendiri.
Akibatnya, islam yang mereka pahami bermakna sempit dan tidak ada doktrin yang mengatur ihwal kenegaraan, pertahanan, ekonomi dan lain sebagainya. Hanya sebatas syahadat dan sholat saja. Islam yang dikenal sangat minim da tidak membawa pencerahan dalam kehidupan mereka.
Pintu rezeki dibuka 9/10 dari perniagaan, umat islam seharusnya tahu bagaimana menjadi pelaku bisnis seperti Rasulullah dan para sahabat.
Kurikulum pendidikan yang sekuler antara pendidikan negeri dan islam seperti pondok pesantren. Masih jauh dari harapan maqasid al syariah. Banyak institusi pemerintah dan perusahaan yang menyampingkan lulusan agama dan pondok pesantren.

Keberanian untuk berubah untuk membangun bangsa yang kuat ke depan, sejahtera, bangsa yang sukses membangun kebahagiaan masa depannya dan anak cucunya. Harus ada keberanian dalam menerapkan ereksi ajaran islam secara menyeluruh. Harus mulai merancang blueprint di masa depan berdasarkan konsepsi islam.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Materi Dakwah Ekonomi Syariah

Materi Dakwah Ekonomi Syariah
(Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah)

Rancang Bangun Ekonomi Syariah
Untuk memahami tujuan hidup, ada tiga hal pokok yang diperlukan:
1. Falah sebagai tujuan hidup
2. Masalah sebagai tujuan antara untuk mencapai Falah
3. Permasalahan yang mencapai Falah.
Islam merupakan kepatuhan terhadap kehendak Allah, serta taat kepada hukum dan aturannya. Ekonomi Islam dibangun atas dasar agama islam sehingga tidak bisa terpisahkan dari agama islam. Dalam berbagai aspek, ekonomi islam mengikuti agama islam dalam berbagai aspek.

Metodelogi Ekonomi Islam
Metodelogi ini bertujuan untuk membantu kita mencari kebenaran dan mencapai tujuan utama ekonomi islam, yaitu Falah.
1. Konsep Rasionalitas Islam
- Setiap pelaku ekonomi bertujuan untuk mendapatkan maslahah
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk tidak israad dan mubazir
- Setiap pelaku ekonomi selalu berusaha untuk meminumkan risiko
- Setiap pelaku ekonomi dihadapkan pada situasi yang pasti
- Setiap pelaku ekonomi berusaha melengkapi informasi serta kelengkapannya
2. Etika dan Rasinalisme Ekonomi Islam
Ekonomi islam menjadi perilaku ekonomi yang rasional Islam, standar moral suatu perilaku ekonomi didasarkan sebagai ekonomi pada ajaran Islam, bukan sekedar nilai-nilai yang dibangun dalam kesepakatan sosial. Moralitas Islam bukan suatu batasan dalam ilmu ekonomi, tapi sebagai pilar atau patokan dalam menyusun ekonomi Islam.
3. Syariah, Fiqh, dan Ekonomi Islam
- Segala bentuk muamalah diperbolehkan kecuali yang dilarang dalam Islam
- Hanya Allah yang berhak mengharamkan suatu hal. Manusia hanya memiliki hak untuk merijtihad (menafsirkan apa yang dijelaskan dalam Quran dan sunnah)
- Sesuatu yang najis dan merusak harkat manusia dan lingkungan adalah haram
- Kerusakan harus dihilangkan atau dihindari
- Sesuatu yang menyebabkan kepada haram adalah haram
- Niat yang baik dapat membuat suatu hal yang haram menjadi halal
- Halal dan haram berlaku untuk siapapun yang muslim dan berakal
- Keharusan menentukan skala prioritas dalam mengambil keputusan
- Menghindari kerusakan lebih utama dari mencari kebaikan
- Kepentingan sosial dan luas lebih utama dari individu dan sempit
- Manfaat kecil dapat dikorbankan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar
- Bahaya kecil dapat dikorbankan untuk menghindari bahaya yang lebih besar
4. Kerangka Metodologi Ekonomi Islam
- Kebenaran dan kebaikan, mutlak dari Allah baik yang terbentuk ayat qauliyah (dalam Quran dan sunnah) maupun kauniyah (dari alam semesta sebagai penguat).
- Metodelogi ilmu alam versus ilmu sosial, ilmu alam bersifat pasti dan didasarkan pada aturan yang ada dalam jagad raya yang sudah tertentu sifatnya (hukum Allah), sedangkan ilmu sosial dipengaruhi prosedur dan kebijakan dalam menentukan suatu keputusan dengan memproses informasi yang ada, berbeda antara setiap orang dan dapat menimbulkan masalah jika dilakukan agregasi.
- Objek Ekonomi Islam, jika perilaku yang ideal atau mendekati ideal yang diresepkan oleh Islam dapat diobservasi betapa sedikit jumlahnya, maka tetap diyakini hal ini sebagai suatu kebenaran dan sekaligus ilmu. Ekonomi Islam merupakan manifestasi ajaran Islam dalam perilaku ekonomi, baik mulai penentuan tujuan kegiatan ekonomi, sikap, analisis, maupun respon terhadap fenomena sosial. Perilaku ekonomi islam dapat dijumpai pada sekelompok masyarakat muslim maupun non muslim.


Rabu, 06 Juli 2016

Biografi HOS Tjokroaminoto

Nama lengkap beliau adalah Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Tjokroaminoto. Beliau dikenal sebagai Salah satu Pahlawan Nasional. Beliau lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882 dan meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun. Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M. Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo.

Pada bulan Mei 1912, Tjokroaminoto bergabung dengan organisasi Sarekat Islam. Sebagai pimpinan Sarikat Islam, HOS dikenal dengan kebijakan-kebijakannya yang tegas namun bersahaja. Kemampuannya berdagang menjadikannya seorang guru yang disegani karena mengetahui tata krama dengan budaya yang beragam. Pergerakan SI yang pada awalnya sebagai bentuk protes atas para pedagang asing yang tergabung sebagai Sarekat Dagang Islam yang oleh HOS dianggap sebagai organisasi yang terlalu mementingkan perdagangan tanpa mengambil daya tawar pada bidang politik. Dan pada akhirnya tahun 1912 SID berubah menjadi Sarekat Islam.

Seiring perjalanannya, Sarekat Islam digiring menjadi partai politik setelah mendapatkan status Badan Hukum pada 10 September 1912 oleh pemerintah yang saat itu dikontrol oleh Gubernur Jenderal Idenburg. SI kemudian berkembang menjadi parpol dengan keanggotaan yang tidak terbatas pada pedagang dan rakyat Jawa-Madura saja. Kesuksesan Sarekat Islam ini menjadikannya salah satu pelopor partai Islam yang sukses saat itu.

Perpecahan Sarekat Islam menjadi dua kubu karena masuknya infiltrasi komunisme memaksa HOS Tjokroaminoto untuk bertindak lebih hati-hati kala itu. Ia bersama rekan-rekannya yang masih percaya bersatu dalam kubu SI Putih berlawanan dengan Semaun yang berhasil membujuk tokoh-tokoh pemuda saat itu seperti Alimin, Tan Malaka, dan Darsono dalam kubu SI Merah. Namun bagaimanapun, kewibawaan HOS Tjokroaminoto justru dibutuhkan sebagai penengah di antara kedua pecahan SI tersebut, mengingat ia masih dianggap guru oleh Semaun. Singkat cerita jurang antara SI Merah dan SI Putih semakin lebar saat muncul pernyataan Komintern (Partai Komunis Internasional) yang menentang Pan-Islamisme (apa yang selalu menjadi aliran HOS dan rekan-rekannya). Hal ini mendorong Muhammadiyah pada Kongres Maret 1921 di Yogyakarta untuk mendesak SI agar segera melepas SI merah dan Semaun karena memang sudah berbeda aliran dengan Sarekat Islam. Akhirnya Semaun dan Darsono dikeluarkan dari SI dan kemudian pada 1929 SI diusung sebagai Partai Sarekat Islam Indonesia hingga menjadi peserta pemilu pertama pada 1950.

HOS Tjokroaminoto hingga saat ini akhirnya dikenal sebagai salah satu pahlawan pergerakan nasional yang berbasiskan perdagangan, agama, dan politik nasionalis. Kata-kata mutiaranya seperti “Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat” akhirnya menjadi embrio pergerakan para tokoh pergerakan nasional yang patriotik, dan ia menjadi salah satu tokoh yang berhasil membuktikan besarnya kekuatan politik dan perdagangan Indonesia.

Kelebihan :
v  Seorang pahlawan pergerakan nasional yang berbasiskan perdagangan, agama, dan politik nasionalis
v  Sebagai seorang pimpinan Sarekat Islam yang dikenal dengan kebijakan yang tegas dan bersahaja
v  Menjadi seorang guru yang disegani karena mengetahui tata krama dengan budaya yang beragam
v  Kesuksesan Sarekat Islam menjadikan salah satu pelopor partai Islam

Kekurangan :
v  Sarekat Islam terpecah menjadi dua kubu karena infiltrasi komunisme

Kesimpulan :
            Sebagai seorang manusia kita harus terus belajar, kita dapat melihat segala potensi dan kesempatan. Seperti dalam urusan politik dan perdagangan. Kita harus tetap hati hati dan terus waspada akan segala ancaman yang mungkin terjadi dan permasalahan baik dari internal maupun permasalahan eksternal. Kita juga bisa menjadi salah satu pelopor islam di zaman sekarang. Tentu dengan cara dan bidang kita sendiri.

Sumber referensi :

http://www.biografiku.com/2012/03/biografi-hos-Tjokroaminoto-pahlawan.html

Kamis, 24 Maret 2016

Web Science (Part 3)

www

Ilmu web adalah studi tentang sosio-teknis sistem berskala besar, seperti World Wide Web. Hal ini mempertimbangkan hubungan antara manusia dan teknologi, cara bagaimana masyarakat dan teknologi bergantung satu sama lain dan dampaknya pada masyarakat yang lebih luas. Ilmu web adalah ilmu secara inheren interdisipliner dan menggabungkan penelitian dari disiplin ilmu yang beragam seperti sosiologi, ilmu komputer, ekonomi dan matematika.

Definisi sebelumnya diberikan oleh ilmuwan komputer Amerika Ben Shneiderman: 
"Web Science" is the processing the information available on the web in similar terms to those applied to natural environment.
"Ilmu Web" adalah pengolahan informasi yang tersedia di web dalam hal yang sama dengan yang diterapkan pada lingkungan alam.
Web Institute Science menjelaskan Sains Web sebagai fokus "kekuatan analitis peneliti dari disiplin ilmu yang beragam seperti matematika, sosiologi, ekonomi, psikologi, hukum dan ilmu komputer untuk memahami dan menjelaskan Web Ini tentu interdisipliner -. Banyak tentang sosial dan perilaku organisasi seperti tentang teknologi yang mendukung. "

Ada banyak kelompok penelitian akademik yang terlibat dalam penelitian Ilmu Web, banyak yang menjadi anggota WSTNet, the Web Science Trust Network of research labs. Kesehatan ilmu web muncul sebagai sub-disiplin Ilmu Web yang mempelajari dampak web untuk kesehatan manusia dan bagaimana untuk lebih memanfaatkannya untuk meningkatkan kesehatan.
Konferensi-Konferensi Besar
     • ACM Web Science Conference
     • International World Wide Web Conference (WWW)
     • International AAAI Conference on Weblogs and Social Media (ICWSM)
     • The ACM SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems (CHI)

Sejarah Web 

Tim Berners-Lee
Pada tanggal 12 Maret 1989, Tim Berners-Lee menulis sebuah proposal untuk manajemen di CERN yang direferensikanENQUIRER, database dan proyek software yang telah dibangun pada tahun 1980, dan menggambarkan sistem manajemen informasi lebih rumit berdasarkan link yang tertanam dalam teks yang dapat dibaca. Melalui sistem seperti itu, jelasnya, bisa disebut dengan katahypertext, sebuah istilah yang katanya diciptakan pada tahun 1950-an. Tidak ada alasan, proposal berlanjut, mengapa link hypertexttersebut tidak dapat mencakup dokumen multimedia termasuk grafis, suara dan video, sehingga Berners-Lee terus mengusulkan istilah hypermedia.



NexT Computer
Sebuah NeXT Computer digunakan oleh Berners-Lee sebagai pertama di dunia web server dan juga untuk menulis web browser pertama,WorldWideWeb, pada tahun 1990. Saat Natal 1990, Berners-Lee telah membangun semua alat yang diperlukan untuk dapat menjalankan web:  web browser pertama (yang merupakan editor web juga); server web pertama; dan halaman web pertama, yang menggambarkan proyek itu sendiri.

Source : ( . )

Jumat, 12 Juni 2015

Amalan Di Bulan Suci Ramadhan

Segala puji bagi Allah  yang menjadikan bulan Ramadhan lebih baik dari pada bulan-bulan lainnya dengan menurunkan al-Qur`an dan mewajibkan puasa bagi kaum muslimin sebagai salah satu pondasi Islam. shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad  yang telah menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan bulan bulan yang penuh berkah ini.
Dari Abu Hurairah , ia berkata, Rasulullah  memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ ُحُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.
"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah  mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR. Ahmad dan an-Nasa`i.
          Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:
  1. Puasa: Allah  memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam.
Firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)
Rasulullah  bersabda:
بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةُ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ.
"Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah I dan Muhammad r adalah rasul Allah , mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram." Muttafaqun 'alaih.
Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah I, sebagaimana Rasulullah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah , niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu." Muttafaqun 'alaih.

  1. Membaca al-Qur`an: Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah r bersabda:
اِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي  يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ.
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.
Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)
Rasulullah  selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata:
وَلاَ أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ, وَلاَ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلاَ صَامَ شَهْرًا كَامِلاً غَيْرَ رَمَضَانَ.
"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah r membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan." HR. Ahmad.
          Dalam hadits Ibnu Abbas  yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah  melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril  di setiap bulan Ramadhan.
  1. Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih berjamaah: Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan hadits Aisyar radhiyallahu anha, ia berkata:"Sesungguhnya Rasulullah keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau.  Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah  keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah r hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." Rasulullah  wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Setelah Rasulullah wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala kekhawatiran. Disyari'atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada karena telah hilang 'illat (sebabnya), kerena 'illat itu berputar bersama ma'lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar  telah menghidupkan kembali syari'at shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah r pada masa itu. Wallahu A'lam.
  1. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar: lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah :
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)
Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda:
وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
"Dan barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah , niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.
          Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo�a, membaca shalawat. Aisyah radhiyallahu 'anha pernah berkata, Aku bertanya, �Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, �Bacalah:
اَللّهُمًَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَفاَعْفُ عَنِّي
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku."

  1. I�tikaf di malam-malam Lailatul Qadar: I�tikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar'i, i'tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah  dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari�at.
I�tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal oleh Rasulullah , seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:
أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتىَّ تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.
"Sesungguhnya Nabi  selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.
  1. Memperbanyak sedekah: Rasulullah  adalah orang yang paling pemurah, dan beliau  lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas , ia berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ...
"Rasulullah  adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril  menemui beliau, …HR. al-Bukhari.
  1. Melaksanakan ibadah umrah: salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah  menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:

عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً
"Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji."
          Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah . Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah  untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan. Wallahu A'lam.

Source : 1

Minggu, 22 Maret 2015

Tiga Kalimat Pencegah Maksiat

Setan akan menjerumuskan manusia ke dalam lembah dosa dan maksiat dengan berbagai cara. Hal itu erat kaitannya dengan vonis yang Allah Ta’ala berikan bahwa setan akan menjadi penghuni tetap neraka Jahannam. Karenanya, mereka akan mencari sebanyak mungkin pengikut dari kalangan manusia.
Guna menghindarkan diri dari godaan setan yang terkutuk, yang membisiki ke dalam hati manusia dengan rayuan palsunya, ada sebuah kisah yang dinukil oleh Imam al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin.
Malam itu, Muhammad bin Suwar tengah mendirikan shalat. Tak jauh dari tempatnya itu, terbangunlah keponakannya yang bernama Sahal bin Abdullah Tasatturi. Berniat mendidik keponakannya itu, Muhammad bin Suwar bertanya, “Wahai keponakanku, tidakkah engkau mengingat Allah Ta’ala yang telah menciptakanmu?”
Keponakan yang masih berusia tiga tahun itu menjawab dengan polos, “Bagaimana caranya, Pamanku?”
Dengan santun nan lembut, Pamannya itu mengatakan, “Sebelum tidur, ucapkanlah tiga kalimat ini tanpa menggerakkan lisan (ucapkan dalam hati), “Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku.”
Berbilang hari, anak yang polos itu senantiasa menjalankan nasihat Pamannya. Ia juga tak lupa melaporkan amalannya itu kepada sang Paman. Mendapati keponakannya begitu antusias dalam menjalankan apa yang ia nasihatkan, sang Paman menambahi, “Nak,” ujarnya lembut, “baca tiga kalimat itu tujuh kali dalam semalam.”
Ternyata, jumlah amalan yang semakin banyak tak mengendurkan semangat Sahal. Bahkan, ia semakin istiqamah, hingga sang Paman menambahkannya menjadi sebelas kali dalam satu malam.
Tak terasa, terhitunglah masa satu tahun. Sahal berkata, “Ketika aku telah rutin mengamalkan kalimat ini selama satu tahun, aku mendatangi Pamanku.” Sang Paman tersenyum bangga seraya menyampaikan, “Lakukan itu hingga akhir hayatmu,” lanjutnya bertenaga, “sebab kalimat itu akan bermanfaat di dunia dan akhirat.”
Lebih lanjut, sang Paman menjelaskan maksudnya, “Wahai Sahal, barang siapa yang merasakan bahwa Allah Ta’ala bersamanya, melihatnya, dan menyaksikan semua perkataan, perbuatannya, dan bisikan hatinya, apakah orang tersebut akan melakukan maksiat kepada-Nya ‘Azza wa Jalla?”
Demikianlah sejatinya pengajaran tauhid itu diberikan kepada anak-anak kita. Bahwa mereka yang masih suci hatinya terlebih dahulu diberikan ilmu tentang Allah Ta’ala. Sebab pengajaran di waktu belia bagai mengukir di atas batu.
Dengan tauhid yang benar, seseorang akan selalu merasa dibersamai, dilihat dan disaksikan oleh Allah Ta’ala. Dengan demikian, ketika kesadaran itu mengakar kuat dalam sanubarinya, akankah ia leluasa berkhianat kepada Allah Ta’ala melalui perbuatan maksiat?

Source : here