Minggu, 20 Maret 2011

“TAMAN SARI” (DESCRIPTIVE)

“TAMAN SARI”
(DESCRIPTIVE)


In English:

Castle is a royal park or rest house Yogya Sultan and his family. Actually, in addition to Taman Sari, the Sultanate has some pesanggrahan Yogyakata like Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun and Ambarukmo. All of them function as a place to rest and meditate Sultan and their families. Besides the components shown as a resting place, rest house, rest house is always a component of the defense. So is just the Castle.


Location of the Castle is only about 0.5 km south of Sultan Palace. The architect of this building is Portuguese, so fleeting as if this building has the art of European architecture which is very powerful, symbolic meanings in addition to Java will be retained. But if we observe, meaning more dominant element of building Java in here. Castle built during the first lane or around the end of XVII century AD Castle is not just a royal park, but this building is a complex consisting of swimming baths, water canals, special rooms and a large pool (when open water canals).

Section - the Castle:

• The Sacred
Castle sacred part of a building is shown with a somewhat aloof. This room consists of a building to function as a place of hermitage Sultan and his family.

• The Swimming Baths
This section is the part that is used for the Sultan and his family have fun. This section consists of two ponds are separated by a terraced building. Pool water out of a typical animal-shaped shower. Building this pool is very unique with large pots therein.

• The Island Boxwood
This section consists of several buildings of the island of Pulau Kenanga or whip, Gemuling wells, and underground passageways.



Island or Pulau Kenanga whip is a tall building that serves as a place to rest, as well as a lookout. This is the only building that will be visible if the open water canals and water commemorate this Kenanga Island region. Mentioned that when viewed from above, the building as if a lotus flower in the middle of a very large pond.

Wells Gemuling is a circular building is shaped like a well in which there are rooms that reputedly formerly functioned as a place of prayer.

Meanwhile alleys in this area before it is said to function as a secret passageway that connects the Castle to the Palace of Yogyakarta. There's even a legend that says that this passage through to the south coast and is a way for the Sultan of Yogyakarta to meet with Nyai Roro Kidul is said to be wives for kings Yogayakarta Sultanate. This section is a part that serves as a place of defense or protection for the family of Sultan if at any time there is an attack from the enemy.



Castle is a pretty interesting place to visit. Besides the location is not too far from the Sultan's Palace which is the main attractions of this city, Castle has several features. Castle among other specialty lies in building itself is relatively intact and well maintained environment that strongly supports its existence as a tourist attraction.

In the neighborhood mosque Castle can be found Saka Tunggal which has one pole. Although the mosque was built in XX century, but its uniqueness can still be an asset to this dikompleks. In addition, Castle district with its Tamam village is very famous for his batik craft. We can shop and saw firsthand the making of batik-batik in the form of paintings or convection. Castle Village is well known that a lot of requests from both foreign tourists and tourist archipelago. Not far from the Castle, can be found Ngasem market which is a traditional market and the biggest bird market in Yogyakarta. Some supporters of the attraction is what makes Castle became one of the tourist destination of Yogyakarta Sultan's Palace.

In Indonesian:

“TAMAN SARI”
(deskriptif)


Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan Yogyakata memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo. Kesemuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari.

Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).

Bagian - bagian Tamansari:

• Bagian Sakral
Bagian sakral Tamansari ditunjukkan dengan sebuah bangunan yang agak menyendiri. Ruangan ini terdiri dari sebuah bangunan berfungsi sebagai tempat pertapaan Sultan dan keluarganya.

• Bagian Kolam Pemandian
Bagian ini merupakan bagian yang digunakan untuk Sultan dan keluarganya bersenang-senang. Bagian ini terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan dengan bangunan bertingkat. Air kolam keluar dari pancuran berbentuk binatang yang khas. Bangunan kolam ini sangat unik dengan pot-pot besar didalamnya.

• Bagian Pulau Kenanga
Bagian ini terdiri dari beberapa bangunan yaitu Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti, Sumur Gemuling, dan lorong-lorong bawah tanah.


Pulau Kenanga atau Pulau Cemeti adalah sebuah bangunan tinggi yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, sekaligus sebagai tempat pengintaian. Bangunan inilah satu-satunya yang akan kelihatan apabila kanal air terbuka dan air mengenangi kawasan Pulau Kenanga ini. Disebutkan bahwa jika dilihat dari atas, bangunan seolah-olah sebuah bunga teratai di tengah kolam sangat besar.

Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang berbentuk seperti sebuah sumur didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat.

Sementara itu lorong-lorong yang ada di kawasan ini dahulu konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Kraton Yogyakarta. Bahkan ada legenda yang menyebutkan bahwa lorong ini tembus ke pantai selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul yang konon menjadi istri bagi raja-raja Kasultanan Yogayakarta. Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.


Tamansari adalah sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Tamansari memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan Tamansari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif utuh dan terawat serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata.

Di lingkungan Tamansari ini dapat dijumpai masjid Saka Tunggal yang memiliki satu buah tiang. Meskipun masjid ini dibangun pada abad XX, namun keunikannya tetap dapat menjadi aset dikompleks ini. Disamping itu, kawasan Tamansari dengan kampung tamam-nya ini sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik yang berupa lukisan maupun konveksi. Kampung Tamansari ini sangat dikenal sehingga banyak mendapat kunjungan baik dari wisatawan mancanegara maupun wisata nusantara. Tidak jauh dari Tamansari, dapat dijumpai Pasar ngasem yang merupakan pasar tradisional dan pasar burung terbesar di Yogyakarta. Beberapa daya tarik pendukung inilah yang membuat Tamansari menjadi salah satu tujuan wisata Yogyakarta Kraton Yogyakarta.

by:fen222

Tidak ada komentar:

Posting Komentar